Esport Indonesia: Dari Komunitas Menjadi Industri Bernilai Miliaran Rupiah

  • 15 Jul 2026 07:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Olahraga elektronik atau yang lebih dikenal sebagai esport kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai aktivitas pengisi waktu luang atau berman game saja. Berdasarkan laporan riset dari Statista mengenai industri digital di Asia Tenggara, Indonesia saat ini telah bertransformasi menjadi salah satu pasar esport terbesar dengan pertumbuhan ekonomi kreatif dari sektor game yang sangat signifikan.

Industri ini didukung oleh jutaan basis penggemar fanatik serta atlet-atlet profesional yang terus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Namun, kejayaan esport tanah air saat ini tidak serta-merta terjadi dalam semalam. Industri ini melewati proses evolusi yang panjang, mulai dari turnamen komunitas akar rumput di bilik-bilik warung internet (warnet) hingga akhirnya diakui secara resmi oleh negara sebagai cabang olahraga berprestasi.

1. Era Pionir (1999 - 2008): Kelahiran Komunitas di Bilik Warnet

Akar sejarah esport di Indonesia mulai tumbuh subur pada akhir dekade 1990-an seiring dengan menjamurnya warung internet (warnet) di kota-kota besar. Pada fase ini, kompetisi game masih bersifat sangat lokal dan dikelola secara swadaya oleh komunitas. Salah satu tonggak awal esport Indonesia ditandai dengan diselenggarakannya turnamen game berskala nasional pertama oleh Liga Game pada tahun 1999 dengan game PC seperti StarCraft dan Quake.

Indonesia kemudian mulai mengirimkan perwakilan pertamanya ke ajang dunia, World Cyber Games (WCG) di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2001. Keikutsertaan perdana ini membuka mata para pemain lokal bahwa bermain game bisa menjadi jenjang karier yang kompetitif di tingkat global. Sepanjang era ini, game PC seperti Counter-Strike, Defense of the Ancients (DotA), dan Ragnarok Online mendominasi lanskap kompetitif nasional dengan sponsor yang masih didominasi oleh produsen perangkat keras komputer (hardware).

2. Era Transisi dan Pengakuan Negara (2009 - 2017)

Memasuki dekade kedua, infrastruktur internet di Indonesia yang semakin membaik mendorong lahirnya organisasi-organisasi esport profesional pertama. Tim-tim esport legendaris Indonesia mulai didirikan dan dikelola secara profesional, seperti Rex Regum Qeon (RRQ) dan EVOS Esports, yang tidak hanya menggaji pemain tetapi juga menyediakan fasilitas pemusatan latihan (gaming house).

Menurut catatan sejarah dari Indonesia Esports Association (IeSPA), wadah resmi bagi organisasi esport nasional ini mulai terbentuk pada tahun 2013 di bawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Langkah pembentukan IeSPA ini menjadi fondasi awal yang sangat kokoh bagi pengakuan esport sebagai bagian dari olahraga prestasi di tanah air, sekaligus membuka pintu bagi atlet lokal untuk berlaga di kejuaraan dunia di bawah bendera International Esports Federation (IESF).

3. Era Ledakan Mobile Game dan Industri Global (2018 - Sekarang)

Titik balik terbesar esport Indonesia terjadi ketika peta kekuatan bergeser dari game berbasis PC menuju game berbasis ponsel pintar (mobile game). Kemudahan akses terhadap smartphone berspesifikasi mumpuni dengan harga terjangkau memicu ledakan jumlah pemain secara eksponensial. Kehadiran game seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile, dan Free Fire mengubah lanskap industri secara total. Kompetisi resmi seperti Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia yang dimulai pada tahun 2018 bahkan sukses mencatatkan jutaan penonton langsung (live viewership).

Pemerintah Indonesia merespons pertumbuhan masif ini secara progresif melalui kolaborasi lintas instansi. Laporan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mencatat beberapa momentum penting, dimulai dari keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di mana esport pertama kali dipertandingkan sebagai cabang olahraga eksibisi. Langkah ini diperkuat dengan diinisiasinya turnamen resmi Piala Presiden Esports pertama kali pada tahun 2019, yang membuktikan komitmen konkret negara dalam membina atlet muda secara terstruktur dari tingkat daerah hingga nasional, hingga akhirnya Indonesia sukses mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama esport di Asia Tenggara dengan raihan medali emas di ajang SEA Games.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....