Christopher Nolan Contek Monster Guillermo del Toro

  • 08 Jul 2026 11:32 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Sutradara kondang Christopher Nolan menuai pujian luas berkat revolusi efek visual tanpa CGI dalam film terbarunya yang berjudul The Odyssey. Namun, dalam wawancara terbaru bersama LA Times, ia secara terbuka menyebut Guillermo del Toro sebagai sosok pemandu utama di balik kesuksesan tersebut.

Dilansir dari Far Out Magazine, Rabu 8 Juli 2026, adaptasi megah dari sastra klasik Yunani karya Homer ini dijadwalkan tayang di bioskop pada tanggal 17 Juli 2026. Proyek ambisius ini bahkan telah mencetak sejarah baru di industri sinema global sebagai film pertama yang direkam sepenuhnya menggunakan kamera IMAX.

Skala produksi yang masif dengan pemanfaatan lokasi nyata berhasil memicu antusiasme tinggi publik saat pemutaran perdana di London pada 6 Juli 2026. Christopher Nolan mengaku sangat terinspirasi oleh pendekatan del Toro dalam menghidupkan karakter monster legendaris berkepala enam yang bernama Scylla.

Menurut Nolan, del Toro mengajarinya bahwa sebuah monster harus diperlakukan selayaknya karakter manusia biasa yang memiliki kedalaman emosi. Guillermo del Toro sendiri baru saja meraih sukses besar lewat film Frankenstein yang menyabet Piala Oscar tahun ini untuk kategori tata rias, desain produksi, dan kostum terbaik.

"Apa yang saya pelajari dari Guillermo adalah monster bukan sekadar monster, Anda harus mendekatinya seperti karakter lain," ungkap Christopher Nolan.

Guna menghidupkan monster Cyclops Polyphemus yang diperankan oleh Bill Irwin, Nolan mengombinasikan teknik robotika, animatronik, hingga pertunjukan boneka maket. Aktor kawakan tersebut menghabiskan waktu satu bulan di lokasi syuting dan memaksimalkan keahlian pantomimnya untuk memberikan nyawa pada fisik sang monster.

Nolan mendeskripsikan The Odyssey sebagai fondasi tekstual yang kuat bagi seluruh tema cinta, balas dendam, dan perang dalam karya-karya film terdahulunya. Dengan estimasi anggaran fantastis mencapai 250 juta dolar AS, karya epik ini diprediksi mampu menyamai kesuksesan film Oppenheimer yang meraup pendapatan 976,8 juta dolar AS.

Langkah Nolan yang mempertahankan efek praktis murni ini serupa dengan komitmen sutradara Denis Villeneuve saat menggarap sekuel film fiksi ilmiah Dune. Villeneuve meminimalkan penggunaan layar hijau dan membangun set dunia gurun pasir secara nyata demi menghadirkan esensi sinematik yang jujur bagi para penonton dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....