David Clayton-Thomas Tutup Usia 84 Tahun

  • 26 Jun 2026 17:56 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Penyanyi sekaligus penulis lagu legendaris meninggal dunia pada usia 84 tahun di sebuah rumah sakit di Toronto, Kanada, Rabu 24 Juni 2026 malam. Kabar duka tersebut disampaikan oleh pihak humasnya. Hingga kini, penyebab meninggalnya vokalis grup musik Blood, Sweat & Tears itu belum diumumkan.

Dilansir dari Variety, David Clayton-Thomas dikenal sebagai suara utama di balik kesuksesan Blood, Sweat & Tears pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Ia menciptakan lagu Spinning Wheel, yang menjadi salah satu hit terbesar grup tersebut dan berhasil menempati posisi kedua tangga lagu Billboard Hot 100 pada 1969. Lagu-lagu lain seperti You've Made Me So Very Happy dan And When I Die juga sukses besar berkat karakter vokalnya yang khas.

Bersama Blood, Sweat & Tears, Clayton-Thomas meraih dua penghargaan Grammy pada 1970, termasuk Album Terbaik. Grup yang memadukan unsur rock, soul, dan brass itu kemudian menjadi salah satu band terbesar di Amerika Serikat, tampil di berbagai panggung bergengsi, termasuk Festival Woodstock, Madison Square Garden, hingga menjadi grup musik besar pertama yang tampil di negara-negara Eropa Timur pada era Perang Dingin.

Lahir di Surrey, Inggris, pada 13 September 1941, David Clayton-Thomas pindah ke Kanada setelah Perang Dunia II. Masa mudanya diwarnai berbagai persoalan hingga sempat beberapa kali berurusan dengan hukum. Namun, hidupnya berubah setelah belajar bermain gitar secara otodidak dan mulai meniti karier di dunia musik. Selain bersama Blood, Sweat & Tears, ia juga menjalani karier solo, merilis sejumlah album, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial untuk membantu anak-anak bermasalah.

Atas kontribusinya di dunia musik, David Clayton-Thomas masuk ke Canadian Music Hall of Fame, menerima penghargaan khusus Juno Award, memperoleh bintang di Canada's Walk of Fame, dan lagu Spinning Wheel diabadikan dalam Canadian Songwriters Hall of Fame. Ia meninggalkan dua putri, Ashleigh Clayton-Thomas dan Christine Graham. Pihak keluarga juga berencana menggelar konser penghormatan, dengan hasil penggalangan dana akan disumbangkan kepada organisasi Peacebuilders Canada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....