Sutradara Backrooms Sebut AI Pembawa Pembusukan Budaya

  • 06 Jun 2026 08:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Sutradara Kane Parsons secara tegas menyatakan diri bergabung dengan kelompok penolak kecerdasan buatan (AI) di industri kreatif. Sineas muda yang namanya melejit lewat YouTube ini bahkan melabeli teknologi generatif tersebut sebagai bentuk pembusukan budaya dan ekonomi.

Dilansir dari Far Out Magazine, Sabtu, 6 Juni 2026, langkah berani ini diambil setelah ia sukses mencetak sejarah sebagai sutradara termuda yang berhasil memuncaki box office global. Film horor liminal garapannya yang berjudul Backrooms, dengan bintang utama Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve, bahkan sukses memecahkan rekor pendapatan pekan perdana terbesar dalam sejarah studio A24.

Dalam sesi wawancara eksklusif bersama media The Australian, Parsons membagikan pandangan personalnya mengenai penetrasi AI yang kian masif di dunia perfilman. Ia mengaku memiliki keresahan yang sama dengan mayoritas masyarakat sehat yang ingin melenyapkan teknologi generatif tersebut jika memiliki kekuatan ajaib.

Bagi Parsons, penggunaan AI sama sekali tidak memberikan kepuasan kreatif karena justru merusak esensi mendasar dari proses pembuatan karya seni. Alih-alih memanfaatkannya sebagai alat bantu instan, ia justru lebih tertarik menginvestigasi fenomena maraknya konsumsi AI dari sudut pandang sosiokultural.

Ia menyoroti realitas visual masa kini di mana ruang publik telah dipenuhi oleh papan reklame berbasis AI yang berkualitas rendah atau biasa disebut AI slop. Oleh karena itu, Parsons menolak keras anggapan bahwa teknologi ini mampu mendorong inovasi dan menganggapnya sebagai gejala kemunduran peradaban modern.

Daripada menggunakan teknologi tersebut untuk memproduksi visual, sutradara berbakat ini lebih memilih untuk membedah maknanya secara artistik melalui karya layar lebar. Ia berencana mengeksplorasi representasi ikonografi AI serta dampak kulturalnya yang masif dalam proyek-proyek sinematik masa depannya.

Sikap skeptis Parsons ini muncul di tengah tren mengejutkan ketika beberapa tokoh besar Hollywood justru mulai merangkul kecerdasan buatan. Sutradara legendaris film Taxi Driver, Martin Scorsese, baru-baru ini secara resmi memberikan dukungannya setelah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan generator gambar, Black Forest Labs.

Di sisi lain, industri sinema global juga mulai memanfaatkan AI secara ekstrem untuk menghidupkan kembali aktor yang telah tiada di studio digital. Salah satu proyek paling disorot adalah keterlibatan mendiang Val Kilmer sebagai pemeran utama film As Deep as the Grave, meskipun sang aktor telah wafat pada tahun 2025 silam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....