Monster Bekerja dalam Pabrik Rambut
- 17 Mei 2026 18:41 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Palari Films akhirnya merilis trailer perdana dan soundtrack untuk Monster Pabrik Rambut, film horor terbaru yang langsung menarik perhatian karena membawa isu dunia kerja ke ranah body horror dan fantasi gelap. Disutradarai Sabrina Rochelle Kalangie yang dikenal lewat nama kreatif Lablabalaba, film ini menggambarkan tempat kerja sebagai ruang yang perlahan menggerus tubuh dan identitas manusia.
Dari potongan trailer yang dibagikan melalui akun media sosial Palari Films, suasana pabrik terasa seperti mesin hidup yang menelan pekerjanya sendiri. Ide besarnya cukup dekat dengan realitas hari ini. Budaya kerja ekstrem yang menuntut produktivitas tanpa henti sering membuat manusia diperlakukan seperti spare part industri. Jika rusak, harus tetap berjalan. Jika lelah, harus tetap bekerja. Monster Pabrik Rambut mencoba menerjemahkan kecemasan itu lewat pendekatan horor yang absurd tetapi terasa relevan.
Cerita film ini mengikuti Putri yang diperankan Aurora Ribero dan Ida yang dimainkan Lutesha saat mereka menyelidiki kematian ibu mereka di sebuah pabrik rambut misterius. Situasi berubah makin aneh ketika adik mereka, Bona, yang diperankan Iqbaal Ramadhan ternyata memiliki kemampuan meregenerasi anggota tubuhnya sendiri dan menjadi sandera sosok misterius di dalam pabrik tersebut.
Premis ini membuat film terasa seperti gabungan horor industri, drama keluarga, dan kritik sosial. Dalam beberapa wawancara produksi yang dibagikan tim Palari Films, film ini memang sengaja dibangun dengan pendekatan fantasi gelap agar isu eksploitasi tenaga kerja bisa terasa lebih emosional dan simbolis. Tubuh Bona yang bisa terus “memperbaiki diri” menjadi metafora kuat tentang pekerja yang dipaksa tetap produktif walau terus mengalami kerusakan secara fisik maupun mental.
Di balik layarnya, Monster Pabrik Rambut juga memperlihatkan bagaimana perfilman Asia Tenggara makin terbuka pada kolaborasi lintas negara. Film ini diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy sebagai proyek ko-produksi antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis.
Dikutip dari pernyataan Meiske Taurisia melalui materi promosi Palari Films, mereka ingin membuat film yang tetap menghibur tetapi mampu memantik percakapan tentang isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Naskah film ini juga menjadi kolaborasi kedua antara Edwin dan Eka Kurniawan setelah sebelumnya bekerja bersama di Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Kolaborasi keduanya cukup menarik karena mereka sama-sama dikenal suka mencampurkan realitas sosial dengan elemen absurd, surealis, dan kekerasan yang terasa puitis sekaligus brutal.
Film ini juga menjadi langkah baru bagi beberapa pemainnya. Monster Pabrik Rambut menjadi debut horor pertama bagi Iqbaal Ramadhan setelah selama ini lebih sering tampil dalam drama dan coming-of-age movie. Kehadiran kreator konten Luqman Reza juga menambah rasa penasaran karena ini menjadi debut film panjangnya. Dari trailer yang sudah dirilis, Monster Pabrik Rambut tampaknya tidak hanya menjual jumpscare atau monster visual semata.
Film ini mencoba berbicara tentang rasa takut yang lebih dekat dengan kehidupan modern. Ketakutan kehilangan pekerjaan, kehilangan tubuh, kehilangan waktu hidup, hingga kehilangan kemanusiaan karena sistem kerja yang tidak pernah berhenti bergerak. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026 dan berpotensi menjadi salah satu horor lokal paling unik tahun ini karena membawa isu sosial ke dalam dunia monster yang terasa sangat manusiawi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....