Studi Forensik Terbaru Bryan Burnett Tentang Kematian Kurt Cobain

  • 16 Feb 2026 18:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon: Nama musisi Kurt Cobain kembali mencuat di media dan forum publik beberapa minggu terakhir, khususnya tentang bagaimana kematiannya, apakah ia benar-benar bunuh diri atau menjadi korban pembunuhan. Hal tersebut dikarenakan munculnya laporan forensik independen yang menantang keputusan resmi selama 32 tahun terakhir.

Pasalnya kematian vokalis, gitaris, dan penulis lagu utama dari band grunge Nirvana tersebut telah menjadi perdebatan panjang, namun kali ini, studi forensik terbaru dari Bryan Burnett punya kesimpulan lain. Investigasi yang terbaru ini dilakukan oleh tim independen dari sektor swasta, dipimpin oleh Bryan Burnett.

Dikutip dari akun X @vanzarchieves, penelitian Burnett dan tim ini mengklaim ada temuan signifikan yang selama ini tidak dikenali sepenuhnya oleh Seattle Police Department dan King County Examiner atau otoritas yang menangani kasus tersebut. Fakta terbarunya adalah dengan ditemukannya dosis heroin 3x lipat dosis maut di tubuhnya. menurut Burnett dan tim researchnya, secara medis, Cobain harusnya lumpuh total sebelum bisa pegang senjata.

Laporan tersebut menyoroti 10 bukti yang dianggap terabaikan, termasuk nekrosis organ atau kerusakan pada otak dan hati yang konsisten dengan kematian lambat akibat kekurangan oksigen, bukan kematian instan karena tembakan. Dan diantara 10 bukti tersebut, ada 3 poin fatal yang diduga luput dari kesimpulan polisi.

Bloodstain Patterns atau pola percikan darah di TKP yang dinilai tidak sinkron dengan posisi senapan, Shotgun Performance atau teknis operasional senapan Remington Model 11 yang digunakan, dan Heroin Toxicology atau dosis maut yang mustahil mengakibatkan seseorang tetap sadar.

Burnett dan tim menegaskan bahwa tujuan mereka bukan untuk meminta penangkapan atau menunjuk siapa pun, mereka hanya menginginkan bukti dibuka kembali. Selain karena alasan saintifik dan forensik, alasan lain mereka meminta penyelidikan kembali dibuka kembali adalah efek domino dari kematian Kurt, salah satunya adalah fenomena copycat suicide.

Tercatat bahwa kasus copycat suicide terus terjadi hingga saat ini. Bahkan tahun 2022, seorang anak memilih mengakhiri hidupnya karena percaya dengan Kurt Cobain. Bagi Burnett dan tim, membuktikan kebenaran kasus Kurt ini bukan hanya tentng sejarah, namun tentang memutus rantai tragedi bagi generasi muda.

Hingga artikel ini diturunkan, baik Seattle PD maupun King County Examiner secara tegas menolak membuka kembali kasus ini. Bagi mereka, tidak ada "bukti fisik baru", hanya "interpretasi baru" atas data lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....