Ketulusan yang Menyatu, Pengabdian Polisi untuk Rakyat
- 07 Jul 2026 13:07 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan – Jum’at pagi, 3 Juli 2026, matahari mulai menyapa sejak awal hari. Jam tangan menunjukan pukul 09.10 WIB, debu jalanan Desa Sebilangan, Bangkalan, berterbangan mengikuti deru motor Bripka Herlambang Wahyu Anafis Setriatama, Bhabinkamtibmas Polres Bangkalan, yang melaju di depan saya. Dari belakang, saya membuntuti langkahnya dengan tenang, menuju sebuah kisah tentang kepedulian yang menyalakan harapan.
Suasana pedesaan begitu terasa. Kokok ayam bersahutan di tegalan yang mulai gersang, burung-burung kecil berkicau riang di ranting pepohonan, sementara angin sepoi menambahkan rasa nyaman di perjalanan. Di bawah pohon rindang, beberapa emak-emak menjajakan rujak dengan senyum ramah, melengkapi harmoni kehidupan desa yang jauh dari kebisingan. Setiap langkah terasa lebih bermakna, seolah alam ikut menyambut perjalanan ini.
Tujuan kami adalah rumah Bapak Rohman (47), lelaki sederhana yang hidup bersama istrinya, Supiyah (44), dan anak-anaknya. Rumah gedek itu berdiri apa adanya, jauh dari kemewahan. Sebelum listrik masuk, penerangan hanya berasal dari lampu teplek yang redup, menemani malam yang panjang. Kini, berkat uluran tangan Bripka Herlambang, meteran listrik sudah terpasang, memberi cahaya baru bagi keluarga kecil ini.
Supiyah, sang istri bersama suami tercintanya, kesehariannya menghabiskan waktu mencari rongsokan mulung botol bekas, atau apapun yang bisa dijual demi kebutuhan harian. Dua karung besar botol bekas bertumpuk di depan rumah, sementara asam yang dijemur di halaman menjadi harapan rupiah esok hari.
“Sekarang musim asam, selain mulung dalam perjalanan juga mencari asam yang jatuh dari pohonnya sekarang harga per kilonya Rp.35ribu,” ucap Supiyah dengan khas logat Maduranya.
Saat kami tiba, Bapak Rohman baru selesai mandi. Ia bergegas masuk rumah untuk mengenakan baju bersih, lalu menyambut dengan senyum tulus dan berjabat tangan penuh syukur.
"Terima kasih, Pak. Kehadiran njenengan selalu berarti bagi kami," ucapnya lirih, seakan menahan haru.
Supiyah menambahkan dengan mata berbinar, "Dulu rumah saya gelap tanpa listrik, sekarang terang. Dulu lantai dingin, sekarang ada kasur. Semua karena kebaikan beliau Pak Polisi"
“Kadang malam-malam saya bersama anak dan istri hampir tidur, tiba-tiba beliau datang membawa nasi goreng hangat. Anak saya langsung bangun dan ikut makan, Ayo-ayo dapat nasi goreng dari Bapak polisi,” ujarnya Pak Rohman penuh Syukur dengan nada suaranya yang serak. “Semoga Pak Polisi selalu sehat dan tambah rezekinya.”
Namun kepedulian Bripka Herlambang tidak berhenti di rumah warga kurang mampu. Ia juga dikenal sering berbaur dengan para petani di sawah. Duduk di pematang, makan bersama dengan nasi dan lauk sederhana, daun pisang sebagai pengganti piring, ia menjadikan kebersamaan itu sebagai bagian dari tugasnya.
"Kalau makan bareng petani terasa nikmat, rasanya seperti keluarga besar. Mereka cerita tentang panen, tentang susahnya pupuk, dan saya mendengarkan," ujarnya dengan senyum tenang.
Bripka Herlambang lahir di Bojonegoro, 21 April 1996. Semangat pengabdian membawanya diterima sebagai anggota Polri pada tahun 2017, menempuh pendidikan di SPN Polda Jatim. Sejak itu, langkahnya tak pernah jauh dari masyarakat, menjadikan silaturahmi sebagai jalan utama dalam tugasnya.
“Namanya Bhabinkamtibmas harus dekat dengan masyarakat, sehari-hari harus ketemu dengan masyarakat, mendengarkan keluh kesahnya masyarakat,” kata pria yang bertugas di Polres Bangkalan mulai tahun 2017 lalu itu.
Sejak 2019, silaturahmi itu berkembang menjadi gerakan sosial. Dari obrolan ringan lahir gagasan besar menyediakan bimbingan belajar gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mempunyai cita-cita menjadi abdi negara baik anggota Polri dan TNI.
Pagi olahraga bersama, sore belajar, malam mengaji. Sarapan pagi sederhana seharga lima ribu rupiah disediakan Bripka Herlambang untuk para anak didiknya. Di sela-sela itu, ia tetap menjalankan program sedekah dengan blusukan ke rumah warga yang belum beruntung.
Pesan yang ia tekankan sederhana namun tegas anak-anak wajib patuh kepada orang tua.
“Kalau ketahuan melanggar, saya keluarkan,” katanya. Bagi Bripka Herlambang, pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga membentuk karakter.
Tantangan terbesar datang ketika anak-anak gagal lolos seleksi Polri atau TNI. Kekecewaan mereka terasa berat, dan Bripka Herlambang pun ikut merasakan sedih. Namun ia selalu mengingatkan,
“Sekaya-kaya orang tua, tidak akan pernah bisa membeli rezeki dari Tuhan. Rezeki itu milik Allah, kita tinggal tempur.” Pesan itu menjadi penguat bagi anak-anak untuk tetap tegar.
Ketika akhirnya ada yang berhasil meraih cita-cita, perasaan Bripka Herlambang tak bisa digambarkan dengan kata-kata.
“Secara spiritual itu ayem, senang sekali. Apalagi ketika mereka berdoa mendoakan kita dengan tulus, rasanya tidak ada nilai yang bisa menandingi,” ungkapnya.
Dari bimbingan itu lahirlah kisah sukses. Salah satunya adalah Haidar Haqqi Anna Ziliy, pemuda 20 tahun asal Dusun Duwa Batoh Dejeh, Petaonan, Socah, Bangkalan. Lulusan SMKN 3 Bangkalan angkatan 24 ini berhasil lolos menjadi anggota Polri.
Haidar kini resmi menyandang status sebagai anggota Polri saat pengumuman ke lulusan tanggal 3 Juli 2026. Sebuah pencapaian yang bagi dirinya bukan sekadar gelar, melainkan buah dari kerja keras dan keteguhan hati.
“Perjalanan ini tidaklah mudah, benar-benar butuh perjuangan” ucapnya lirih, mengenang hari-hari penuh latihan, dan tekun belajar.
Di balik keberhasilan itu, ada doa orang tua, dukungan keluarga, serta bimbingan belajar di BAP 313 Banagkalan yang menjadi cahaya penuntun. Haidar tak pernah lupa menyebut nama-nama yang telah menuntunnya yaitu Bapak Bhabin Herlambang, Bapak Novel, Bapak Salman, dan Bapak Haji Bahrudi. Dari mereka, ia bukan hanya mendapat materi pelajaran, tetapi juga motivasi, arahan, dan pengalaman berharga.
“Bimbingan itu bukan sekadar persiapan tes,” kenangnya, “tetapi juga membentuk mental disiplin dan rasa percaya diri. Itulah yang membuat saya mampu berdiri tegak hingga akhirnya mencapai cita-cita.”
Suasana bimbingan di BAP 313 bagi Haidar terasa seperti keluarga. Disiplin ditegakkan, kebersamaan dijaga, dan setiap materi menjadi bekal menghadapi seleksi. Ia merasa beruntung pernah menjadi bagian dari komunitas itu.
Kini, Haidar ingin pesan perjuangannya sampai kepada teman-teman yang masih berjuang.
“Jangan pernah menyerah. Tetap disiplin, rajin berlatih, jaga kesehatan, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Dengarkan arahan pembimbing, dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.”
Apresiasi pun datang dari Waka Polres Bangkalan Kompol Hj. Hosna Nurhidayah, yang menyebut Bripka Herlambang sebagai Bhabinkamtibmas teladan.
“Ia bekerja dengan sepenuh hati, tulus ikhlas, dan senang blusukan untuk mengunjungi warga. Dengan begitu, ia semakin dekat dengan masyarakat, mendengar keluh kesah, suka duka, dan berinteraksi langsung sesuai tugas pokok Polri,” ungkapnya.
Hosna menegaskan, apa yang dilakukan Bripka Herlambang sejalan dengan UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri Pasal 13, di mana Polri bertugas membina masyarakat, melindungi keselamatan jiwa raga dan harta benda, melayani kepentingan warga, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi terciptanya keamanan dan ketertiban.
“Semua itu bertujuan agar wilayah hukum Polres Bangkalan menjadi aman, tenteram, damai, dan sesuai cita-cita Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” kata Kompol Hosna dengan mengakhirinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....