Hantavirus Mengintai lewat Debu dan Kotoran Tikus
- 12 Jun 2026 15:44 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus dan kotorannya. Virus ini dapat menyebar ketika seseorang menghirup debu yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui makanan, air, atau benda yang tercemar.
Dirangkum dari ayosehat.kemkes.go.id, kasus hantavirus pernah menjadi perhatian dunia sejak Perang Korea dan kembali mencuat di Amerika Serikat pada 1993 saat muncul sindrom paru berat akibat Sin Nombre virus. Sebagian besar hantavirus menyerang ginjal dan pembuluh darah, sementara beberapa jenis dapat menyebabkan gangguan paru dan pernapasan berat.
Di Indonesia, risiko paparan hantavirus cukup dekat dengan kehidupan masyarakat. Area seperti pasar tradisional, gudang, pelabuhan, rumah padat penduduk, sawah, hingga lokasi banjir menjadi tempat yang berpotensi memiliki populasi tikus tinggi.
Kementerian Kesehatan RI melaporkan puluhan kasus terkonfirmasi HFRS atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome sejak 2024 hingga 2026 di sejumlah daerah, termasuk Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Gejala awal hantavirus umumnya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan tubuh lemas. Pada kondisi berat, penderita dapat mengalami gangguan ginjal, perdarahan, sesak napas, hingga gagal napas akut.
Pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan risiko penularan. Masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta mengendalikan populasi tikus di sekitar tempat tinggal.
Saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, masyarakat tidak disarankan menyapu dalam kondisi kering karena debu dapat beterbangan dan terhirup. Area sebaiknya dibasahi menggunakan disinfektan terlebih dahulu, menggunakan sarung tangan dan masker, lalu dibersihkan dengan aman.
Para ahli juga menekankan pentingnya pendekatan One Health, yaitu kerja sama antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit yang berasal dari hewan.
Masyarakat diminta tetap waspada namun tidak panik, karena sebagian besar hantavirus tidak menular antarmanusia dan pencegahan sederhana dapat membantu mengurangi risiko infeksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....