SDI Nanaenoe Butuh Sentuhan Jaringan Internet, Siswa: Kami Mau Maju dari Perbatasan
- 18 Mar 2026 23:29 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Keterbatasan akses internet masih menjadi persoalan serius bagi dunia pendidikan wilayah perbatasan. Salah satunya yang dialami oleh siswa/i SDI Nanaenoe di Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu perbatasan RI- RDTL yang hingga kini belum memiliki jaringan internet yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar terutama saat Ujian Berbasis Online.
Salah satu siswa SDI Nanaenoe Maria Marsi Nae menyampaikan untuk mendapatkan akses internet saat mengikuti ujian berbasis online ia bersama teman sekelas harus rela berjalan kaki dan menumpang di rumah warga setempat yang memiliki jaringan internet stabil.
Ia berharap agar pemerintah memperhatikan kondisi mereka yang berada di wilayah perbatasan karena jaringan internet menjadi salah satu kebutuhan penting bagi mereka diera sekarang yang serba digitalisasi.
“Kami ingin seperti teman-teman yang lain, bisa belajar menggunakan jaringan internet dengan mudah, terutama saat ujian kami tidak perlu jalan kaki dan pergi ke rumah-rumah warga, kami juga mau maju dari perbatasan,” ucapnya.
Senada salah satu guru SDI Nanaenoe Asis mengungkapkan, kondisi yang ada memaksa para guru dan siswa untuk mencari alternatif lain agar anak-anak bisa mengikuti ujian berbasis online, dengan berjalan kaki untuk menumpang di rumah warga yang memiliki akses internet yang stabil.
Salah satunya seperti situasi sekarang untuk mengikuti simulasi Tes Kemampuan akademik (TKA) bagi siswa/i SDI Nanaenoe yang berjumlah 14 orang untuk mengikuti ujian TKA tahun ajaran 2025/2026 pada bulan April mendatang
Ia menekankan, tidak adanya jaringan internet sangat berdampak pada efektivitas pembelajaran terutama penerapan sistem pendidikan yang mengandalkan teknologi dan juga ketimpangan akses internet membuat anak-anak di perbatasan akan tertinggal meskipun secara SDM tidak terbatas meskipun berada di wilayah perbatasan.
“Kami sangat berharap, adanya perhatian pemerintah agar jaringan internet dapat menyentuh kami yang berada di pelosok, karena anak-anak sangat membutuhkannya,” kata Asis kepada rri.co.id Selasa 17 Maret 2026.
Selain keluhan jaringan internet juga panggilan biasa sering mengalami kendala karena dominasi jaringan negara tetangga Timor Leste Telemor.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menghadirkan jaringan internet di SDI Nanaenoe. Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan semakin meningkat. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....