Siswa-siswa SDI Nanaenoe Menumpang di Rumah Warga Demi Mendapatkan Simulasi Tes
- 18 Mar 2026 09:28 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Potret ketimpangan pendidikan kembali terlihat di wilayah perbatasan. Siswa-siswa SDI Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi Kabupaten Belu perbatasan RI- RDTL terpaksa berjalan kaki dan menumpang di rumah warga demi mendapatkan simulasi Tes Kemampuan Akademik.
Minimnya jaringan di lingkungan sekolah membuat para siswa harus berjalan kaki dan menumpang di salah satu rumah warga dengan koneksi internet yang lebih stabil, yang sering disebut masyarakat setempat “Mama Jaringan”.
Kondisi ini, menjadi ironi di tengah gencarnya digitalisasi pendidikan yang digaungkan, alih-alih mendapatkan fasilitas yang memadai, siswa di perbatasan justru harus berjuang esktra hanya untuk bisa mengikuti ujian simulasi berbasis online.
Kepala SDI Nanaenoe Paulus Seran, S.Pd membenarkan kendala internet menjadi tantangan serius untuk ujian berbasis online di perbatasan, dikatakannya kondisi ini telah berlangsung cukup lama.
Dengan kondisi yang ada, pihaknya harus membawa 14 anak yang persiapan untuk mengikuti ujian TKA tahun ajaran 2025/2026 apa bulan April mendatang, dengan berjalan kaki dan menumpang dirumah warga yang memiliki akses internet lebih baik dengan pendampingan para pengawas.
“Kondisi ini telah berlangsung sejak pelaksanaan ujian berbasis daring dari ANBK kemudian menjadi TKA dan kami harus menumpang di rumah warga dengan lokasi jaringan yang memadai,” ucap Paulus Seran, kepada rri.co.id pada Selasa 17 Maret 2026.
Dalam kondisi yang terbatas, para guru pengawas bahkan harus menggunakan hostpot dari perangkat android untuk menghubungkan dengan perangkat siswa. Meskipun dengan segala keterbatasan para guru mengatakan tidak mengurangi semangat pengabdian untuk mendukung proses belajar mengajar di wilayah perbatasan untuk mencerdaskan anak-anak menuju Indonesia emas 2045 mendatang.
“Persoalan akses internet telah menjadi tantangan rutin setiap pelaksana ujian berbasis digital, kami sudah berusaha melakukan segala upaya namun kondisi tidak memungkinkan sehingga anak-anak harus berjalan kaki demi internet,” kata Paulus.
Selain itu ia juga menyoroti dominasi jaringan internet telemor dari negara tetangga Timor Leste yang menjajah jaringan internet di Desa Nanaenoe sehingga menginginkan adanya perhatian pemerintah pusat hingga ke daerah untuk membantu mengatasi persoalan ini dengan bantuan starlink dengan itu kondisi jaringan di wilayah perbatasan berjalan dengan optimal demi keberlangsungan proses belajar mengajar yang optimal. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....