BBPVP Semarang dan GoTo Perkuat Daya Saing UMK lewat Digital Camp

  • 15 Jul 2026 18:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – BBPVP Semarang bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membekali pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) melalui program Digital Camp: SDM UMK Go-UP. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemasaran digital sekaligus mendorong produktivitas pelaku UMK.

Program ditutup di Aula Srikandi BBPVP Semarang, Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan merupakan tindak lanjut kerja sama BBPVP Semarang dan PT GoTo dalam pengembangan SDM berbasis transformasi digital.

Sebelum pelatihan dimulai, BBPVP Semarang dan PT GoTo melakukan proses kurasi peserta. Hasilnya, terpilih 24 pelaku UMK yang dinilai memiliki komitmen dan potensi untuk berkembang.

Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan pemasaran digital langsung bersama PT GoTo. Delapan peserta lainnya akan mendapat pelatihan lanjutan dari instruktur BBPVP Semarang.

Selama 14–15 Juli 2026, peserta mempelajari strategi pemasaran digital, pembuatan konten promosi, dan pemanfaatan platform digital. Instruktur BBPVP juga mengikuti shadowing sebagai bagian dari proses alih pengetahuan.

Hasil pembelajaran selanjutnya akan diteruskan kepada peserta lain melalui instruktur BBPVP Semarang. Pada penutupan kegiatan, peserta juga memamerkan produk unggulan melalui mini bazar.

Sejumlah lembaga keuangan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya BRI, BSI, Bank BJB, dan PNM yang memperkenalkan berbagai skema pembiayaan bagi UMK.

Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, mengatakan pelatihan vokasi harus memberi dampak nyata bagi pelaku usaha. Menurutnya, peningkatan kompetensi harus diikuti dengan peningkatan produktivitas dan daya saing.

"Keberhasilan program bukan hanya diukur dari berapa orang yang dilatih. Akan tetapi dari berapa banyak lulusan yang bekerja serta lulusan yang menjadi pelaku usaha yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan pada akhirnya menciptakan peluang kerja baru," kata Fikri.

Ia menilai kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas, dan lembaga keuangan menjadi kunci keberhasilan program. Sinergi tersebut dinilai mampu menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan UMK.

"Pemerintah menghadirkan pelatihan dan pendampingan, industri berbagi pengalaman dan teknologi, sedangkan lembaga keuangan membuka akses permodalan. Inilah ekosistem yang dibutuhkan agar UMK dapat naik kelas," ujarnya.

Program tidak berhenti setelah pelatihan selama dua hari. Seluruh peserta akan mengikuti Bimbingan dan Konsultansi Peningkatan Produktivitas selama 15 hari kerja.

Pada tahap tersebut, peserta mendapat pendampingan untuk menyelesaikan persoalan usaha masing-masing. BBPVP berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing UMK di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....