Dari Kuaci Menjadi Bisnis Mendunia, UMKM Semarang Tembus Pasar Malaysia-Singapura

  • 04 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang-UMKM asal Kota Semarang membuktikan mampu berdaya saing di tengah perkembangan industri pangan sehat yang smakin ketat saat ini. Salah satunya ditunjukkan oleh Kuacis Seed Cookies, produk camilan berbasis biji-bijian yang kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau pasar mancanegara.

Co-Founder Kuacis Seed Cookies, Radhika Sukamto, mengatakan usaha tersebut berawal dari keinginan menghadirkan camilan sehat yang tetap memiliki cita rasa enak dan dapat dinikmati berbagai kalangan. Produk tersebut dikembangkan menggunakan tujuh jenis biji-bijian, seperti biji bunga matahari, biji labu, flaxseed, chia seed, almond, wijen, dan wijen hitam.

"Awalnya itu terinspirasi dari curhatan para sahabat yang merasa terbatasnya camilan sehat, yang enak, dan yang juga bisa untuk ASI booster, untuk para penderita diabet untuk yang alergi gluten seperti anak berkebutuhan khusus. Terus kebetulan kita suka kuaci, jadi kita pakai kuaci biji bunga matahari dan labu sambil kita waktu itu cari-cari baca literasi biji-bijian selain kuaci, apa sih yang cocok dan banyak manfaatnya? akhirnya kita pakai tujuh biji-bijian tersebut," ujarnya dalam dialog bersama RRI, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, inovasi produk dilakukan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Kuacis yang semula menggunakan tepung terigu kemudian beralih menggunakan tepung singkong untuk menghasilkan produk bebas gluten sekaligus mendukung pemanfaatan bahan pangan lokal.

Ia menjelaskan, perubahan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha. Selain meningkatnya minat konsumen terhadap produk sehat, edukasi masyarakat mengenai pentingnya memilih camilan yang lebih baik bagi kesehatan juga semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk memperluas pasar, Kuacis aktif memasarkan produknya melalui berbagai komunitas hidup sehat dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi. Produk tersebut juga dipasarkan melalui sejumlah toko produk sehat dan platform perdagangan online.

Upaya pengembangan pasar yang dilakukan secara konsisten membuahkan hasil. Saat ini, Kuacis tidak hanya dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah tersedia di Malaysia serta dapat diakses konsumen di Singapura melalui platform penjualan daring.

"Kalau di luar luar negeri kita ada tersedia juga di Malaysia, ada di Kuala Lumpur. Kalau di Singapura kita toko online adanya," ujarnya.

Meski menghadapi tantangan persaingan dan perubahan kebutuhan konsumen, ia menilai inovasi menjadi kunci utama dalam mempertahankan usaha. Berbagai pengembangan terus dilakukan, termasuk rencana menghadirkan kemasan yang lebih praktis untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang aktif berolahraga.

Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, kerja sama antarpelaku usaha dapat membuka peluang baru sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

"Jadi jalin link lebih banyak, terus sesama UMKM itu walaupun kadang mungkin produknya sama atau berbeda tapi kita bisa saling kolaborasi, pasti ada sesuatu yang bisa dihasilkan dari kolaborasi itu. Jadi perbanyak komunitas-komunitas, teman-teman UMKM, misalnya UMKM yang makanan jangan sama makanan aja tapi mungkin sama yang fashion dan craft pasti ada sesuatu yang bisa dikolaborasikan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....