Universitas Semarang Bantu UMKM di Pesisir Ubah Potensi Lokal Jadi Peluang Bisnis

  • 05 Jun 2026 09:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pidodokulon, Kabupaten Kendal. Kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat pesisir mengembangkan potensi lokal menjadi peluang bisnis yang lebih bernilai dan berkelanjutan.

Program yang mengusung tema “Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Masyarakat Pesisir dalam Mendukung Ekonomi Lokal Berkelanjutan” itu didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM. Kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing usaha.

Ketua Tim PkM, Dr. Yuli Budiati, S.E., M.Si., mengatakan program tersebut dilatarbelakangi berbagai tantangan yang masih dihadapi UMKM pesisir. Di antaranya pemasaran yang masih konvensional, rendahnya inovasi produk, lemahnya pengelolaan keuangan usaha, serta terbatasnya jejaring kemitraan.

"Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemasaran digital, branding dan desain kemasan, diversifikasi produk berbasis potensi lokal, pencatatan keuangan sederhana, serta penguatan kemitraan usaha," katanya dalam siaran pers, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurutnya, masyarakat pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih membutuhkan penguatan kapasitas kewirausahaan agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

"Desa Pidodokulon memiliki potensi sumber daya pesisir yang sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar, mampu memanfaatkan teknologi digital, serta memiliki kemampuan manajerial yang lebih kuat,” ujarnya.

Anggota Tim PkM, Prof. Dr. Indarto, S.E., M.Si., menekankan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu pelaku usaha. "Diperlukan jejaring, kemitraan, dan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, serta lembaga pendukung lainnya, sehingga tercipta ekosistem usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para peserta menyambut positif program tersebut karena memberikan wawasan dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....