Parfum Lokal Dorong Kreativitas Pelaku UMKM

  • 18 Mei 2026 15:59 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan industri parfum lokal dinilai semakin diminati masyarakat Indonesia sebagai bagian dari gaya hidup modern. Kondisi tersebut juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM kreatif untuk berkembang dan bersaing di pasar lebih luas.

Founder D'RISH Parfume, Ramadani membagikan pengalamannya membangun usaha parfum lokal dalam program dialog Astacita UMKM bertema “Harum Berkelas Setiap Hari”. Ia mengatakan ketertarikannya terhadap dunia parfum berawal dari pengalaman bekerja di bidang parfum impor selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Ramadani, keinginannya menghadirkan parfum lokal muncul karena ingin menciptakan produk yang modern dan sesuai karakter masyarakat Indonesia. Ia juga mempelajari proses produksi parfum dengan mendatangi pabrik serta mengikuti berbagai pembelajaran mengenai industri wewangian.

“Saya pengen banget punya brand parfum lokal yang modern, timeless, elegan, dan bisa dipakai daily,” ujar Ramadani saat wawancara di Pro 1 Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menilai parfum saat ini bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi juga bagian dari kepercayaan diri seseorang. Dalam pengembangannya, Ramadani memilih menggunakan jenis extract de parfum yang memiliki konsentrasi aroma lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya.

"Konsentrasi tersebut dinilai mampu membuat aroma bertahan lebih lama ketika digunakan dalam aktivitas sehari-hari," jelasnya.

Ramadani juga menjelaskan pentingnya legalitas produk, termasuk izin BPOM yang sudah dimiliki parfum produksinya. Menurutnya, keberadaan izin tersebut dapat meningkatkan rasa aman sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.

Ia mengatakan karakter aroma parfum sering kali disesuaikan dengan kepribadian dan selera masing-masing pengguna. Beberapa orang lebih menyukai aroma woody, sementara lainnya memilih wangi segar, floral, atau vanilla yang lebih lembut.

Selain menjalankan usaha parfum, Ramadani juga tengah mengembangkan lini usaha lain di bidang kuliner melalui brand Kueku 88. Produk tersebut menawarkan berbagai makanan ringan dan minuman yang dipasarkan di sejumlah halte Transjakarta.

Dalam dialog tersebut, Rama menyoroti pentingnya peran UMKM dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ia menilai usaha kecil dan menengah mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

“Jangan malu punya produk sendiri, tetap kembangkan dan tetap promosi, kita harus terus percaya diri mengembangkan usaha dan berani memperkenalkan produk karya sendiri kepada publik," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....