Kopi Indonesia Siap Menembus Pasar Global, Kuningan Ambil Peran Strategis

  • 27 Apr 2026 11:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Dorongan terhadap komoditas kopi Indonesia kembali menguat seiring langkah serius pemerintah daerah di berbagai wilayah untuk menembus pasar internasional. Salah satu inisiatif terbaru datang dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang mulai menyiapkan kopi lokal sebagai produk ekspor bernilai tinggi.

Panen kopi di Desa Karangsari, Kecamatan Darma, menjadi penanda transformasi tersebut. Pemerintah daerah menilai momentum ini bukan sekadar aktivitas produksi, melainkan bagian dari strategi besar untuk membawa kopi lokal bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyatakan pengembangan kopi kini diarahkan pada peningkatan nilai tambah, tidak lagi berhenti pada bahan mentah. “Hari ini kita tidak hanya panen kopi, tetapi memulai lompatan besar. Kopi harus menjadi jalan untuk mengangkat derajat petani dan mengharumkan nama daerah di dunia,” ujar Dian, Senin, 27 April 2026.

Ia menyoroti perubahan lanskap industri kopi global yang kini menempatkan kualitas, cerita, dan pengalaman sebagai faktor utama dalam persaingan pasar. “Kita tidak boleh berhenti di bahan baku. Kopi harus naik kelas menjadi produk berkualitas dengan nilai tambah tinggi,” katanya.

Menurutnya, tanpa peningkatan kualitas dan kesiapan sistem produksi, petani lokal berisiko tertinggal di tengah meningkatnya permintaan kopi premium di pasar internasional. “Jangan sampai petani kita hanya menjadi penonton saat dunia sedang berpesta kopi. Kita harus menjadi pelaku utama,” ucapnya menegaskan.

Sebagai bagian dari ekspansi global, kopi asal Kuningan dijadwalkan tampil dalam ajang World of Coffee 2026 di Bangkok pada 7–9 Mei 2026. Partisipasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kopi Indonesia ke jaringan pasar internasional yang lebih luas, termasuk pembeli dan pelaku industri global.

Pemerintah daerah juga memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam pengembangan klaster kopi. Pendekatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas produksi, penguatan kelembagaan petani, serta peningkatan daya saing.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menegaskan bahwa pengembangan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. “Penguatan kualitas, tata kelola, dan kapasitas petani menjadi kunci agar peluang pasar global benar-benar bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Data produksi menunjukkan tren positif. Produksi kopi robusta di wilayah tersebut meningkat signifikan dari 726,03 ton pada 2024 menjadi 1.173,39 ton pada 2025. Sementara itu, kopi arabika relatif stabil dengan produktivitas sekitar 900 kilogram per hektare.

Meski demikian, tantangan masih terletak pada sektor hilir, terutama dalam standardisasi mutu dan pengolahan pascapanen yang menjadi faktor penentu dalam menembus pasar premium global.

Dengan strategi peningkatan kualitas dan partisipasi dalam pameran internasional, Indonesia melalui daerah seperti Kuningan mulai menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain potensial dalam peta industri kopi dunia, bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai penyedia kopi berkualitas tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....