Berawal Dari Usaha Kuliner Kue Lumpur, Merambah E-Course

  • 25 Apr 2026 12:06 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Menjamurnya kuliner kekinian tidak menyurutkan semangat Farida Wulandari untuk mengangkat kembali pamor kue tradisional. Melalui brand Kue Lumpur Bakar Walo, Farida berhasil menciptakan pasar yang unik di Surabaya dengan mengandalkan bahan labu kuning (walo) yang kini mulai jarang ditemukan pada varian kue lumpur komersial.

Dalam sesi obrolan di UMKM Pro 4 RRI Surabaya, Farida membagikan perjalanan berliku di balik kelembutan kue produksinya. Ia mengaku bahwa keputusan terjun ke bisnis ini murni didasari oleh intuisi.

"Ketika ingin membuka usaha, saya ada feeling untuk membuat kue lumpur," kenang Farida.

Uniknya, Farida tidak mengandalkan tutorial instan dari media sosial saat merintis resepnya. Ia memilih jalur "trial and error" yang cukup panjang.

"Awalnya saya belum tahu resepnya. Saya puluhan kali main coba-coba tanpa lihat YouTube," ungkapnya. Tantangan tidak hanya muncul dari komposisi bahan, tetapi juga teknik pemanggangan. Farida sempat menggunakan arang biasa, namun kue tak kunjung matang dengan sempurna.

Setelah bertanya ke berbagai pihak, ia menemukan kunci keberhasilannya: Arang Briket. Dengan menggunakan tutup anglo yang diisi bara briket, kue lumpur tidak sekadar dipanggang, melainkan dibakar secara merata.

"Hasilnya lebih lumer dan lembut. Matang atas-bawah dan prosesnya jauh lebih cepat. Dan adonan santannya saya buat creammy." jelas Farida. Kini, untuk menjaga konsistensi produksi, ia telah memiliki pemasok briket tetap dan belanja bahan baku langsung dari toko bahan kue tepercaya.

Meski produknya tradisional, strategi pemasaran Farida sepenuhnya digital. Ia mengandalkan Facebook App untuk beriklan, yang ternyata mendapatkan respons positif dari konsumen.

Tingginya antusiasme pembeli ternyata melahirkan permintaan baru: banyak orang yang ingin belajar membuat kue tersebut. Menjawab peluang ini, Farida membuka kelas kursus online (e-course).

Hanya dalam waktu empat bulan sejak diluncurkan, tercatat 600 peserta telah bergabung dalam kelas digitalnya. Dengan biaya Rp59.000, peserta mendapatkan serangkaian video panduan step-by-step, mulai dari persiapan bahan hingga teknik penyajian.

Bagi yang ingin belajar secara tatap muka, Farida juga menyediakan paket praktik langsung dengan biaya Rp249.000. Biaya tersebut sudah mencakup alat, bahan, serta hasil praktik yang bisa dibawa pulang.

Kue Lumpur Bakar Walo hadir dengan harga yang sangat terjangkau bagi warga Surabaya: Isi 6: Rp25.000, Isi 9: Rp36.000, dan Isi 12: Rp48.000

Bagi Anda yang penasaran ingin mencicipi kelembutan kue lumpur bakar labu kuning ini, rumah produksinya berlokasi di Green Semanggi Mangrove, Wonorejo – Rungkut. Pemesanan dilakukan secara daring.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....