Konsistensi Pak Alfian Menjemput Rezeki
- 18 Jun 2026 13:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Semangat pantang menyerah menjadi modal utama Alfian (35), penjual makanan ringan di Sidoarjo yang telah menekuni usaha kuliner sejak 2020. Pria asal Surabaya itu kini dikenal lewat dagangannya berupa maklor atau makaroni telur dan cilor.
Sebelum berjualan maklor, Alfian sempat menjalani usaha pentol. Namun, tingginya persaingan membuatnya memutuskan beralih ke produk yang dinilai memiliki peluang lebih besar di pasaran.
"Awalnya saya jualan pentol, lalu pindah ke maklor karena saingannya lebih banyak. Waktu mulai usaha, mental saya juga belum terlalu tangguh seperti sekarang," ujar Alfian.
Saat ini, Alfian tinggal di Tanggulangin, Sidoarjo, setelah memutuskan meninggalkan Surabaya untuk hidup lebih mandiri. Ia juga memiliki seorang anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Setiap hari, Alfian memulai aktivitas berjualan pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Khusus saat Ramadan, ia memperpanjang waktu berjualan hingga tengah malam untuk melayani pembeli yang lebih ramai pada malam hari.
"Saya selalu berusaha disiplin dengan jam jualan. Mau ramai atau sepi, tetap buka jam tiga sore dan tutup jam sepuluh malam," katanya.
Perjalanan usahanya juga diwarnai proses belajar yang tidak berhenti. Awalnya ia hanya menjual maklor, namun karena banyak pelanggan yang menanyakan cilor, ia kemudian mempelajari cara pembuatannya secara mandiri melalui video di YouTube.
Dengan modal awal sekitar Rp6 juta, kini Alfian hanya membutuhkan modal bahan baku sekitar Rp200 ribu per hari. Dari usahanya, ia mampu meraih omzet harian sekitar Rp1 juta dengan laba bersih rata-rata Rp500 ribu, meski saat kondisi sepi keuntungan bisa turun hingga sekitar Rp100 ribu.
"Yang paling saya suka saat pembeli ramai. Tantangannya kalau hujan karena biasanya pembeli berkurang, tetapi saya tetap bersyukur dan terus berjualan," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....