Pemkab dan BI Tasikmalaya Perkuat Pengendalian Inflasi dan Transformasi Digital
- 14 Jul 2026 20:49 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Guna memperkuat pengendalian inflasi, serta mempercepat transformasi digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif dan berdaya saing, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Bank Indonesia dan pemangku kepentingan menyepakati berbagai penguatan strategi mitigasi risiko perubahan iklim, khususnya potensi El Nino, terhadap ketahanan pangan dan stabilitas harga. Langkah tersebut diawali dengan
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa 14 Juli 2026.
Tidak hanya itu, HLM TP2DD juga diarahkan untuk mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, optimalisasi pendapatan daerah, dan pelayanan publik yang semakin efisien. Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin ini, juga dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, camat, kepala desa, serta Bank Indonesia.
Bupati Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, pentingnya langkah antisipatif menghadapi potensi El Niño melalui penguatan pengelolaan sumber daya air, pemetaan wilayah rawan kekeringan, peningkatan pompanisasi, pengendalian organisme pengganggu tanaman, penggunaan varietas tahan kekeringan, serta optimalisasi program asuransi pertanian. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga akan memperkuat pengelolaan distribusi air Sungai Citanduy, menjaga kecukupan cadangan pangan, meningkatkan efektivitas operasi pasar murah, memperkuat peran Satgas Pangan dalam menjaga kelancaran distribusi, memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD).
“Termasuk, mendorong hilirisasi sektor pertanian melalui optimalisasi pemanfaatan dana desa,” kata Bupati.
Sedangkan berkaitan dengan elektronifikasi, Cecep juga menekankan pentingnya percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah sebagai fondasi transformasi tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan efisien. Meskipun kata dia, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Tasikmalaya telah berada pada kategori Digital, penguatan implementasi masih diperlukan, khususnya melalui perluasan digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah pada kawasan wisata serta berbagai layanan publik lainnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, menyampaikan, perkembangan inflasi di wilayah Priangan Timur hingga saat ini tetap terjaga dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Meski demikian, kewaspadaan perlu terus diperkuat terhadap berbagai faktor risiko ke depan, antara lain potensi penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG, penyesuaian harga komoditas pangan strategis, serta meningkatnya risiko kekeringan akibat fenomena El Niño.
Oleh karena itu, penguatan koordinasi antar instansi, peningkatan produktivitas sektor pertanian, serta penguatan ketahanan pangan daerah menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas harga di wilayah Priangan Timur. Dari sisi digitalisasi, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di wilayah Priangan Timur terus menunjukkan tren yang positif.
Untuk semakin meningkatkan capaian “Championship” TP2DD Kabupaten Tasikmalaya, diperlukan penguatan implementasi pada aspek proses maupun output melalui inovasi digitalisasi layanan publik, pengembangan sistem pembayaran digital pada sektor strategis seperti perparkiran dan pariwisata, penguatan penyelenggaraan HLM TP2DD secara berkala, serta penyusunan regulasi yang semakin mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.
Melalui HLM ini, seluruh pemangku kepentingan mempertegas komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga, meningkatkan ketahanan pangan, dan mempercepat transformasi digital daerah.
Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkokoh fondasi perekonomian Kabupaten Tasikmalaya sehingga mampu tumbuh lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian global maupun nasional.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan dan sinergi dengan Pemerintah Daerah melalui TPID dan TP2DD sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Priangan Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....