Rupiah Stagnan di NDF, Sentimen Global Masih Membayangi
- 29 Apr 2026 09:04 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Nilai tukar rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) pada Rabu (29/4/2026) terpantau relatif stagnan di level Rp17.280 per dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan terhadap mata uang Garuda mulai mereda seiring munculnya sinyal perdamaian dari konflik geopolitik global.
Melansir dari Bloomberg Technoz, meredanya tekanan rupiah dipengaruhi proposal Iran yang membuka peluang kesepakatan sementara dengan AS, termasuk rencana pembukaan kembali jalur vital Selat Hormuz.
Iran disebut bersedia mempertimbangkan pembukaan jalur tersebut dengan syarat AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka. Namun, Iran masih ingin mempertahankan sebagian kendali atas lalu lintas di selat tersebut, yang berpotensi menjadi titik negosiasi sulit.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut proposal Iran lebih baik dari perkiraan, meski Gedung Putih masih meragukan otoritas pihak yang mengajukannya. Hal ini mencerminkan kompleksitas dinamika politik internal Iran.
Di tengah situasi tersebut, indeks dolar AS bertahan di kisaran 98, sementara harga minyak Brent tetap tinggi di level US$111 per barel. Kondisi ini membuat pergerakan mata uang Asia cenderung terbatas, dengan sebagian menguat tipis dan lainnya masih tertekan.
Sentimen global juga dipengaruhi pelemahan saham teknologi, menyusul kekhawatiran terhadap prospek industri kecerdasan buatan. Hal ini berdampak pada pasar Asia yang cenderung bergerak hati-hati.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan paparan APBN Kita oleh pemerintah. Kredibilitas fiskal menjadi perhatian utama, terutama terkait pengelolaan subsidi energi dan potensi pelebaran defisit di tengah kenaikan harga minyak.
Secara teknikal, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.210 hingga Rp17.350 per dolar AS. Risiko pelemahan masih terbuka jika tidak ada katalis positif dari dalam negeri.
Dengan kombinasi tekanan global dan faktor domestik, pergerakan rupiah dalam jangka pendek diperkirakan masih fluktuatif dan cenderung terbatas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....