Ciptakan Ekosistem Keuangan Regional Inklusif, CBI-KCB Jalin Kolaboras

  • 12 Feb 2026 18:08 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta : berdasarkan data Korean Immigration Services tahun 2025, terdapat lebih dari 60.000 Warga Negara Indonesia yang belajar dan bekerja di Korea Selatan. Sementara saat ini, terdapat lebih dari 26.300 warga negara Korea tinggal dan menetap di Indonesia.

Tantangan yang sering dihadapi diaspora dalam mengakses layanan kredit adalah ketiadaan riwayat kredit yang terdokumentasi di negara tempat mereka bekerja.

Persoalan ini menjadi fokus PT Credit Bureau Indonesia (CBI) dengan menjalin kerjasama dengan Korea Credit Bureau (KCB). Melalui Sinergi ini, diaspora Indonesia yang sedang menempuh studi maupun bekerja di Korea Selatan dapat memanfaatkan informasi perkreditan dari CBI untuk berbagai keperluan akses finansial seperti pembukaan rekening pinjaman bank, pengajuan kartu kredit, layanan remitansi hingga layanan keuangan lainnya.

Sebaliknya, warga negara Korea yang berdomisili di Indonesia juga dapat menggunakan riwayat kredit mereka dari KCB untuk mengakses layanan keuangan di Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk memfasilitasi transaksi keuangan yang lebih efisien bagi warga di kedua negara.

Direktur Utama CBI, Anton K. Adiwibowo mengatakan, kolaborasi ini untuk menciptakan ekosistem keuangan regional yang lebih inklusif dan saling terhubung. Tidak hanya itu, inisiatif ini selaras dengan misi perusahaan yakni memperluas akses layanan keuangan bagi segmen yang selama ini kurang terlayani, termasuk pekerja migran yang berperan penting dalam mendukung ekonomi Indonesia dan keluarga mereka di tanah air.

"Dengan memfasilitasi warga Indonesia di Korea dan warga Korea di Indonesia, kami berupaya mendorong akses keuangan yang lebih inklusif, aman dan berbasis data, sekaligus berkontribusi pada agenda transformasi digital indonesia yang lebih luas dalam ekosistem keuangan regional," ujar Anton dalam keterangan resminya, Kamis, 12 Februari 2026.

Jongsup Hwang, CEO KCB, menyampaikan bahwa akses terhadap informasi perkreditan yang andal dan terpercaya merupakan kunci untuk membuka peluang finansial bagi ribuan individu di kedua negara.

"Kemitraan dengan CBI adalah langkah strategis dalam mewujudkan visi kami untuk membangun jaringan layanan informasi perkreditan yang terintegrasi di Asia, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan ini," katanya.

Kemitraan strategis ini merefleksikan meningkatnya permintaan dari lembaga keuangan di Indonesia dan kawasan regional akan informasi kredit yang cepat, andal, dan terkini untuk pengambilan keputusan pemberian kredit secara real-time.

Sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) terbesar di Indonesia berdasarkan volume, CBI telah melakukan transformasi infrastruktur intinya pada tahun 2025 dengan memperkenalkan model private deployment dan server dual-active guna mengeliminasi waktu henti (downtime), meningkatkan ketahanan, serta memberikan waktu respons API di bawah satu detik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....