Bupati Falent Menyatakan Bandara Jack Ukat Sasi dan Kefa Air Jadi Pintu Investasi

  • 16 Jul 2026 07:14 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Ribuan Masyarakat Kabupaten TTU khususnya Kota Kefamenanu tumpah ruah memadati Bandara Jack Ukat Sasi untuk menyaksikan pendaratan perdana pesawat Kefa Air, di Bandara Jack Ukat Sasi Kecamatan Kota Kefamenanu. Pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX yang dioperasikan PT Yasa Air dengan Brand Kefa Air tiba tepat pada Rabu 15 Juni 2026 sekira pukul 11.00 WITA.

‎Pesawat Kefa Air yang mendarat perdana di Bandara Jack Ukat Sasi, Pilotnya adalah Judha Ardiyansyah, Kopilot yakni Nuruddin. Sedangkan penumpangnya adalah Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto, Letkol Arm (Purn) Eusebio Hornay Rebelo, Yohanes Usfunan, SH (perwakilan DPRD, H Fahmi Abdulahi, S.E, Ketua Kadin TTU , Yohanes Yap dan perwakilan Pers Aris Usboko. Pilot, Kopilot dan seluruh penumpang dalam pesawat tersebut ditulis dalam prasasti sebagai peletak sejarah transportasi udara di TTU.

‎Dalam sambutannya, Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo menyampaikan bahwa pendaratan pesawat Kefa Air merupakan tonggak penting sejarah pembangunan kabupaten TTU. Sehingga keberhasilan uji coba pendaratan pesawat tersebut sebagai wujud nyata dari komitmen, kerja keras dan sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan infrastruktur strategis bagi kemajuan daerah.

‎"Saat ini Kabupaten TTU tidak lagi berdiri di tempat saja tetapi sedang bergerak maju dan akan terus maju. Karena pembangunan bandara ini sejak awal dirancang sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah, mempercepat mobilitas orang dan barang serta membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi terlebih investasi", ujar Bupati Falent.

‎Dikatakan Bupati Falent bahwa, ia menyadari bahwa setiap kebijakan pembangunan terlebih yang bersifat strategis dan jangka panjang, tidak pernah terlepas dari kritik atau pandangan dan beragam dinamika di tengah masyarakat. Dalam perjalanan menuju pendaratan pesawat Kefa Air tidak semua orang percaya. Tetapi lewat jaringan yang dimilikinya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini", ujar mantan TNI ini.

‎"Dalam dinamika yang terjadi, bahkan ada juga pihak tertentu yang mempertanyakan dan menyampaikan komentar sinis bahwa pembangunan Bandara Jack Ukat Sasi ini tidak realistis, tidak memprioritaskan masyarakat dan sia-sia. Namun kita menghargai semua dinamika yang ada sebagai kontrol sosial serta bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati", kata Pendiri Ormas Beta Timor ini.

‎Menurut Bupati Falent bahwa, pihaknya menjawab semua keraguan terhadap eksistensi Bandara Jack Ukat Sasi dengan fakta. Sehingga saat ini deruh roda pesawat Kefa Air kini menyentuh landasan pacu bandara Jack Ukat Sasi. Jadi mimpi besar TTU tidak boleh dikalahkan oleh cara pandang yang terbatas, sehingga momentum pendaratan pesawat Kefa Air harus dijadikan sebagai dasar memperkuat keyakinan bersama bahwa langkah yang ditempuh saat ini sudah tepat dan terukur.

‎"Pembangunan Bandara Jack Ukat Sasi tidak bisa dinilai dalam waktu singkat, karena ini bukan proyek yang bisa dilihat hasilnya dalam hitungan hari atau bulan. Tetapi bandara ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan Kabupaten TTU. Karena yang paling penting dari semua ini adalah membuka pintu investasi untuk menopang pertumbuhan ekonomi di TTU", kata Bupati Falent.

‎Pendaratan perdana pesawat Kefa Air turut dihadiri oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati TTU Kamilus Elu, S.H bersama jajaran. Selain itu hadir pula Ketua dan anggota DPRD Kabupaten TTU, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Belu, unsur Forkopimda TTU, tokoh adat Bikomi, tokoh agama dan masyarakat (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....