Daya Beli Menurun, Omzet Pedagang Ayam di Sabang Merosot
- 12 Jun 2026 00:13 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Suasana tenang pasca-periode Lebaran di Kota Sabang turut membawa pengaruh bagi geliat para pedagang kecil di pasar tradisional. Berkurangnya arus kunjungan wisatawan ke Pulau Weh secara perlahan mulai berkejaran dengan turunnya omzet penjualan harian para pedagang ayam potong, yang kini harus bertahan di tengah situasi ekonomi lokal yang sedang kurang bergairah.
Salah seorang pedagang ayam Husaini M. Nur, mengungkapkan penurunan daya beli ini sudah sangat terasa dalam beberapa pekan terakhir. Melemahnya kondisi ekonomi lokal membuat serapan pasar terhadap komoditas daging ayam menjadi lesu. Jika pada hari normal sebelumnya Husaini mampu menjual sekitar 80 hingga 100 ekor ayam per hari, kini ia harus memutar otak karena penjualan merosot tajam.
| Baca juga: Harga Ayam dan Daging di Sabang Stabil |
"Sekarang kadang-kadang 50 sampai 60 ekor saja per hari, itu pun sudah susah sekali kita jual. Daya beli menurun, mungkin karena kondisi ekonomi masyarakat kita yang juga sedang kurang bergairah," keluh Husaini, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Husaini, faktor utama sepinya pembeli bukan karena isu global seperti kenaikan kurs dolar atau konflik luar negeri, ataupun kenaikan Harga BBM, melainkan murni karena masalah lokal, yakni akses transportasi ke Pulau Weh. Keterbatasan kuota tiket kapal roro membuat banyak wisatawan batal berkunjung, yang akhirnya memicu efek domino bagi usaha kuliner dan rumah makan setempat.
| Baca juga: Harga Plastik di Sabang Semakin Melejit |
"Kalau tamu (wisatawan) banyak, otomatis warung-warung nasi juga butuh banyak pasokan ayam. Masalahnya sekarang, kuota tiket kapal dibatasi. Banyak wisatawan yang sebenarnya mau liburan ke Sabang, akhirnya tidak jadi karena kehabisan tiket, terutama saat akhir pekan," jelasnya.
Untuk saat ini, harga ayam potong di pasaran Sabang relatif stabil dan dijual bervariasi antara Rp65.000 hingga Rp75.000 per ekor, tergantung ukuran dan bobotnya. Ia menambahkan bahwa pasokan ayam sejauh ini masih didatangkan dari Banda Aceh dan proses pengirimannya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
"Ayam dengan berat sekitar 1,8 kilogram sampai 2,5 kilogram dijual di kisaran harga tersebut. Kalau yang harga 70 ribu itu beratnya sekitar 2 kilogram lebih sedikit, dan yang 75 ribu bisa sampai 2,5 kilogram," rinci Husaini.
Melalui momentum ini, para pedagang di Sabang menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah agar segera mengevaluasi dan mencari solusi konkret terkait sistem pembatasan tiket kapal. Pelonggaran atau penambahan kuota transportasi dinilai menjadi kunci utama agar arus kunjungan wisata kembali bergairah dan ekonomi masyarakat kecil di Sabang bisa kembali normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....