Ferry Liando: Karya Bakti Skala Besar Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi

  • 13 Jul 2026 09:58 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Melonguane – Universitas Sam Ratulangi Manado (Unsrat ) mendukung penuh pelaksanaan program Karya Bakti Skala besar yang dilaksanakan Kodam XIII Merdeka selama 2 bulan di daerah perbatasan Sulawesi Utara yaitu Kabupaten Kepulauan Talaud dan Sangihe.

Ditemui di Pelabuhan Melonguane, Senin 13 Juli 2026, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, SIP, M.Si. mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama lintas pihak yang sekaligus menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan oleh Universitas Sam Ratulangi.

Menurut Liando, lewa Karya Bakti Skala Besar civitas akademika tidak hanya hadir untuk membantu masyarakat, tetapi juga melihat secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga di lapangan.

"Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kami hadir di tengah masyarakat untuk melihat secara langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka serta berbagai persoalan yang dihadapi," ujar Liando.

Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan berbagai disiplin ilmu di lingkungan Unsrat. Setiap fakultas berkontribusi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing agar manfaat yang diberikan kepada masyarakat lebih optimal.

"Kalau menyangkut pembangunan infrastruktur, tentu teman-teman dari bidang teknik dapat memberikan kontribusi sesuai kompetensinya. Sementara dari bidang ilmu sosial berperan dalam aspek pemberdayaan masyarakat dan tata kelola pemerintahan. Selain itu ada pula kontribusi dari bidang kesehatan, pertanian, hingga kelautan. Jadi semua berbagi peran berdasarkan keilmuan masing-masing," jelas Ferry Liando.

Liando menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa. Menurutnya, proses pendidikan tidak cukup hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga harus diperkaya dengan pengalaman nyata di tengah masyarakat.

"Mahasiswa perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar mereka mengetahui apakah ada kesenjangan antara teori yang dipelajari di kelas dengan realitas yang terjadi di masyarakat. Pengalaman seperti ini akan melengkapi proses pembelajaran mereka," katanya.

Lebih lanjut, ia berharap berbagai persoalan yang ditemukan mahasiswa selama mengikuti kegiatan Karya Bakti Skala Besar dapat menjadi bahan kajian ilmiah yang bermanfaat.

"Bisa saja berbagai persoalan yang mereka temukan kemudian ditindaklanjuti melalui penelitian atau karya ilmiah, termasuk menjadi topik skripsi, sehingga hasilnya dapat memberikan solusi bagi masyarakat," tutup Liando.

Dalam pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar Kodam XIII Merdeka, Unsrat mengirimkam 66 Mahasiswa berbagai Fakultas ditambah Dosen Pembimbing sebanyak 17 Orang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....