Pemkab Bima Percepat Hilirisasi Unggas, Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

  • 04 Mei 2026 11:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Pemerintah Kabupaten Bima menunjukkan keseriusan dalam mendorong pengembangan sektor peternakan unggas melalui program hilirisasi. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan BUMN Danantara yang digelar di Kantor Bupati Bima.

Rakor tersebut menjadi forum strategis untuk membahas rencana pembangunan kawasan peternakan unggas terintegrasi yang mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari penyediaan pakan hingga pengolahan hasil.

Hadir dalam kegiatan ini Direktur Hilirisasi Hasil Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Makmun, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, serta sejumlah pemangku kepentingan dari tingkat pusat dan daerah.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Bima menegaskan bahwa daerahnya memiliki keunggulan komparatif untuk pengembangan peternakan unggas.

Selain ketersediaan lahan yang luas, Kabupaten Bima juga dikenal sebagai salah satu penghasil jagung yang dapat mendukung kebutuhan pakan ternak secara berkelanjutan.

“Kabupaten Bima memiliki peluang besar menjadi sentra unggas baru di Nusa Tenggara Barat. Dengan dukungan semua pihak, kita ingin membangun sistem peternakan yang modern dan terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini banyak peternak masih berjalan secara mandiri dengan keterbatasan akses terhadap pasar, teknologi, dan permodalan. Melalui program hilirisasi, pemerintah berupaya menghadirkan ekosistem usaha yang lebih kuat, sehingga peternak dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, H. Zainal Arifin, menjelaskan bahwa program yang dirancang meliputi pembangunan pabrik pakan (feed mill), pusat pembibitan ayam (parent stock), kawasan budidaya unggas, serta rumah potong hewan unggas (RPHU).

“Pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap dengan konsep kawasan terintegrasi, sehingga seluruh proses produksi dapat berjalan lebih efisien dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Sebelumnya, tim teknis telah melakukan survei terhadap sejumlah lokasi potensial di beberapa kecamatan, seperti Tambora, Madapangga, Bolo, Woha, dan Wera. Hasil survei ini menjadi dasar dalam menentukan kawasan prioritas pengembangan.

Melalui langkah ini, Pemkab Bima berharap mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis peternakan unggas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....