Polres Belu Gelar Apel Operasi Semana Santa 2026, untuk Amankan Perayaan Paskah

  • 31 Mar 2026 11:23 WIB
  •  Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Menjamin keamanan dan kenyamanan selama perayaan Pekan Suci hingga hari Raya Paskah, Kepolisian Resor Belu menggelar upacara gelar pasukan operasi Semana Santa Turangga 2026.

Apel gelar pasukan operasi Semana Santa Turangga 2026 dipimpin kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K dan diikuti personel TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya yang dilaksanakan di Halaman Polres Belu pada 31 Maret 2026.

Dalam amanatnya Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K membacakan amanat dari Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI–Polri, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder atas keberhasilan pengamanan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai bukti nyata sinergitas dan solidaritas yang terus terjalin bersama.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur yang mayoritas beragama Kristiani akan melaksanakan rangkaian perayaan Paskah yang memiliki makna spiritual sangat penting. Peningkatan mobilitas masyarakat, serta aktivitas keagamaan selama periode tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan. Selain itu, karakteristik wilayah NTT yang terdiri dari daerah kepulauan, pesisir, pulau kecil hingga wilayah perbatasan menuntut kesiapsiagaan serta pola pengamanan yang terpadu dan responsif.

“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta kolaborasi antara Polri, TNI, dan stakeholder terkait dalam pelaksanaan Operasi Semana Santa Turangga 2026 yang akan berlangsung selama 15 hari, mulai tanggal 1 hingga 15 April 2026,” ucap Kapolres Belu saat membacakan amanat dari Kapolda NTT.

Secara umum diuraikan di Wilayah Nusa Tenggara Timur terdapat 85 Pos pengamanan yang terdiri dari 38 Pos PAM, 26 Pos YAN dan 21 Pos terpadu serta kekuatan operasi sebanyak 3.227 personel terdiri dari dari Satuan Polri 1.319 dan TNI Instansi terkait 1.908 personel dan juga Personel yang disediakan untuk mengamankan tempat ibadah gereja sebanyak 1.113 gereja di NTT dengan 432 gereja prioritas yang menjadi fokus pengamanan

Berdasarkan data yang telah dihimpun, rangkaian kegiatan Paskah meliputi dua agenda utama, yakni misa di dalam gereja dan kegiatan pawai atau arak-arakan di luar gereja. Untuk itu, diperlukan pemetaan potensi kerawanan secara optimal, guna mendukung langkah preventif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Dalam amanat tersebut juga ditekankan beberapa hal penting kepada seluruh personel, di antaranya memprioritaskan pengamanan di tempat ibadah dan rangkaian kegiatan Paskah, meningkatkan patroli di daerah rawan, melibatkan pengamanan swakarsa bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta mengantisipasi potensi konflik sosial, kejahatan konvensional, dan bencana alam.

Selain itu, personel juga diminta mengoptimalkan pengelolaan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, serta mengantisipasi kecelakaan laut pada kegiatan arak-arakan dengan memastikan kelayakan kapal dan jumlah muatan sesuai ketentuan.

Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K juga menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis, serta terus memperkuat sinergitas antara TNI–Polri dan stakeholder guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menutup amanatnya, ditegaskan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan terus menjaga sinergitas dan soliditas demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama rangkaian perayaan Paskah berlangsung. (KM)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....