Yayasan Anfrida Naob Layani Penyandang Disabilitas-Kusta Gratis

  • 18 Feb 2026 06:28 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Perayaan hari Valentine yang identik dengan bunga, coklat dan ungkapan kasih sayang, terpancar makna yang lebih dalam muncul dari Desa Naob Kecamatan Noemuti Timur Kabupaten TTU. Dimana Yayasan Sosial ibu Anfrida Naob memaknai hari Valentine dengan cara menghadirkan pelayanan kesehatan bagi pasien Kusta dan penyandang Disabilitas.

Pelayanan kesehatan kepada para pasien Kusta dan penyandang Disabilitas itu sangat penting, sebab selama ini mereka kerap menghadapi stigma buruk dan diskriminasi dari masyarakat ataupun keluarga sendiri. Hal ini disampaikan oleh Suster Maria Marcela, Pimpinan Yayasan Sosial ibu Anfrida Naob dari Kongregasi Putri Reinha Rosari saat diwawancarai awak media di RSU Bunda Pembantu Abadi Naob, Kecamatan Noemuti Timur Kabupaten TTU pada Sabtu 14 Februari lalu.

Menurut Suster Maria, dalam melayani para pasien Kusta dan penyandang Disabilitas pihaknya bekerja sama dengan Dinas Sosial TTU maupun tenaga medis dari Dinas Kesehatan. Sehingga pelayanan yang mereka lakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi dengan dokter hingga pemberian obat-obatan secara gratis", ujarnya.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati hari orang sakit dan hari Kusta sedunia dengan cara sederhana namun penuh makna. Sehingga momen hari kasih sayang dipilih supaya menegaskan pesan bahwa, cinta tidak mengenal batas fisik, tidak tunduk pada stigma dan tidak pernah membedakan kondisi seseorang", ujar Suster Maria.

Lanjutnya bahwa saat ini diskriminasi terhadap para penderita Kusta dan penyandang Disabilitas masih kuat. Karena itu mereka sebagai Biarawati berkolaborasi dengan tenaga medis supaya memberi pelayanan kesehatan bagi mereka yang terpinggirkan. Selain itu, Yayasan Sosial ibu Anfrida Naob mengajak semua pihak untuk peduli dan menghentikan diskriminasi terhadap penderita Kusta maupun Disabilitas.

"Perlu diketahui bahwa, penyakit bukanlah aib dan mereka yang sakit bukan untuk dijauhi tetapi harus dirangkul dan didampingi terutama pelatihan. Sehingga setelah mereka sembuh bisa memiliki keterampilan tertentu supaya bisa hidup mandiri", ujar Suster Maria.

Jadi momentum hari Valentine, harus diperjelas bahwa kasih tidak hadir dalam rangkaian kata manis tetapi dalam tindakan nyata terhadap para penyandang Kusta dan Disabilitas. Sebab setiap manusia apapun kondisinya berhak diperlakukan dengan hormat, diterima dengan empati dan dicintai tanpa syarat", ujar Suster Maria (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....