Musim Dingin Datang, Ini Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Menurut Kearifan Bali
- 15 Jul 2026 12:04 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Musim kemarau berlangsung dari April hingga Oktober, sedangkan musim hujan terjadi pada periode berikutnya dengan perubahan yang memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.
- Masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat dan menyesuaikan aktivitas sesuai kondisi cuaca untuk mencegah dampak kesehatan negatif.
- Kesadaran terhadap keselamatan saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung, merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas hidup.
RRI.CO.ID, Denpasar – Siaran Obrolan Galang Kangin edisi Selasa, 14 Juli 2026, bertajuk Dingine Da Saputanga mengangkat pembahasan mengenai perubahan musim, kondisi cuaca dingin, serta pentingnya menjaga kesehatan tubuh di tengah pergantian musim yang terjadi setiap tahun. Dalam obrolan tersebut Ajik Tibah dan Beli Kejoer menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami siklus musim kemarau dan musim hujan agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari serta menjaga kebugaran tubuh.
Tibah menjelaskan bahwa musim kemarau umumnya berlangsung dari sekitar April hingga Oktober, sedangkan musim hujan terjadi pada periode berikutnya. Perubahan kondisi cuaca tersebut berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, terutama yang banyak beraktivitas di luar ruangan dan melakukan pekerjaan fisik.
“Misalnya kemarau berlangsung dari April hingga Oktober, setelah itu memasuki musim penghujan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap perubahan musim penting untuk membantu masyarakat mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul.
Dalam perbincangan itu juga disoroti kondisi udara yang lebih dingin pada waktu-waktu tertentu yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh. Masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, memperhatikan kondisi fisik, dan menyesuaikan aktivitas dengan keadaan cuaca yang sedang berlangsung.
“Saat cuaca dingin, kita harus lebih memperhatikan kondisi tubuh karena bisa memengaruhi kesehatan,” kata Kejoer. Menurutnya, masyarakat Bali memiliki berbagai kebiasaan dan pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun untuk menghadapi perubahan musim dan menjaga keseimbangan tubuh.
Selain membahas cuaca, Tibah juga menyinggung pentingnya kehati-hatian saat beraktivitas di jalan raya, terutama ketika kondisi lingkungan berubah akibat faktor cuaca. Kesadaran terhadap keselamatan diri dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat sehari-hari.
“Kita perlu tetap berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung,” ungkapnya. “Menjaga kesehatan dan keselamatan adalah langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan,” pungkas Tibah.
Melalui siaran tersebut, pendengar diajak untuk lebih peduli terhadap perubahan musim, menjaga kesehatan fisik, serta meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas. Kesadaran terhadap lingkungan dan kondisi cuaca diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat, aman, dan nyaman sepanjang tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....