Kearifan Ajaran Hindu tentang Investasi yang Masih Relevan saat Ini
- 05 Jun 2026 09:18 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Di tengah maraknya pembahasan mengenai investasi dan perencanaan keuangan, ternyata konsep serupa telah lama diajarkan dalam kearifan Hindu. Jauh sebelum istilah investasi dikenal luas seperti sekarang, ajaran leluhur telah mengingatkan pentingnya menyisihkan sebagian hasil usaha sebagai bekal masa depan.
Dalam acara Rahajeng Bali pada Selasa, 2 Juni 2026, oleh Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Gianyar, I Made Irawan, menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu, harta atau artha yang diperoleh melalui jalan dharma tidak dianjurkan untuk langsung dihabiskan seluruhnya. Sebaliknya, hasil usaha perlu dikelola secara bijaksana agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Menurutnya, sastra Hindu mengajarkan agar penghasilan dibagi menjadi tiga bagian. Sebagian digunakan untuk menjalankan kewajiban keagamaan dan sosial, sebagian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan sebagian lagi disimpan atau dijadikan modal untuk mengembangkan usaha di masa depan.
Konsep tersebut dinilai memiliki kesamaan dengan prinsip investasi modern yang menekankan pentingnya menyisihkan pendapatan untuk tujuan jangka panjang. Bedanya, ajaran Hindu tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga menempatkan nilai tanggung jawab sosial dan spiritual sebagai bagian dari pengelolaan harta.
I Made Irawan menuturkan bahwa kebiasaan menyimpan sebagian hasil usaha merupakan bentuk pengendalian diri agar seseorang tidak terjebak pada pola hidup konsumtif. Dengan perencanaan yang baik, hasil kerja keras tidak hanya habis untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat menjadi penopang kehidupan pada masa mendatang.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, nilai-nilai tersebut dinilai masih sangat relevan. Kemampuan mengatur pengeluaran, menabung, dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap orang.
Melalui kearifan yang diwariskan turun-temurun, masyarakat diajak memahami bahwa investasi bukan sekadar persoalan mencari keuntungan. Lebih dari itu, investasi merupakan cara menjaga keberlanjutan kesejahteraan, sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan generasi yang akan datang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....