Bijak Berbelanja di tengah Banyak Kebutuhan, Ini Kunci agar Keuangan Tetap Aman
- 11 Jun 2026 09:08 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran, terutama pada periode yang berdekatan dengan berbagai kegiatan budaya, keagamaan, dan hiburan yang membutuhkan biaya tambahan. Pesan tersebut mengemuka dalam program siaran Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer, bertajuk "Bijak Mengatur Pengeluaran", Jumat, 5 Juni 2026.
Dalam perbincangan tersebut dibahas bahwa bulan Juni menjadi periode yang cukup padat bagi masyarakat Bali. Selain Hari Raya Galungan dan Kuningan, berbagai kegiatan seni, budaya, serta perhelatan lainnya juga turut memengaruhi pola pengeluaran rumah tangga.
Tibah mengingatkan bahwa meningkatnya kebutuhan pada momen tertentu sering kali membuat masyarakat kurang memperhatikan kemampuan keuangan yang dimiliki. "Ketika banyak kegiatan berlangsung bersamaan, masyarakat perlu menentukan skala prioritas agar pengeluaran tetap terkendali," ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan pokok dan kewajiban utama harus menjadi perhatian sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain yang bersifat tambahan. Perencanaan yang matang dinilai dapat membantu keluarga terhindar dari masalah keuangan setelah berbagai kegiatan selesai dilaksanakan.
Pembahasan juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang terkadang terdorong untuk mengikuti berbagai tren atau aktivitas hiburan tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi masing-masing. Situasi tersebut dapat memicu pengeluaran yang tidak sesuai dengan kemampuan finansial.
Kejoer menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang sehat tidak berarti menghilangkan kesempatan untuk menikmati hiburan atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial. "Yang terpenting adalah menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan yang dimiliki, bukan mengikuti keinginan semata," katanya.
| Baca juga: Nilai Harmoni Bali sebagai Penangkal Burnout |
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk membiasakan diri membuat perencanaan anggaran sederhana sebelum memasuki masa-masa yang memerlukan biaya lebih besar. Langkah tersebut dianggap efektif untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan.
Dalam siaran itu juga disampaikan bahwa kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran dapat membantu masyarakat memahami kondisi keuangan mereka secara lebih jelas. "Dengan mengetahui arus keuangan, seseorang akan lebih mudah menentukan mana kebutuhan yang harus didahulukan," ungkap Tibah.
Di akhir perbincangan, pendengar diajak untuk membangun kebiasaan hidup hemat tanpa mengurangi makna kebersamaan dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya. "Bijak mengatur pengeluaran bukan berarti pelit, melainkan bentuk tanggung jawab agar kehidupan tetap seimbang dan nyaman," tutur Kejoer.
Melalui pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai kebutuhan yang muncul sepanjang tahun dengan perencanaan yang lebih baik. Pengelolaan keuangan yang tepat diyakini dapat membantu menciptakan ketenangan dan kesejahteraan dalam kehidupan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....