Ubah Cara Pandang, KDM Dorong Kajian Akademik Prasasti Batu Tulis dan Mahkota Bimok

  • 18 Mei 2026 14:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendorong dan mendukung penyusunan kajian akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake. Menurutnya penyusunan kajian akademik bisa mengubah cara pandang masyarakat terkait dua benda itu dari mistis menjadi pemahaman sejarah.

Naskah akademik dikatakan KDM, itu dapat menjadi landasan pembuatan tata ruang, tata bangunan, tata kelola pendidikan, dan tata kelola kesehatan di Jawa Barat. Dengan begitu, ada kesatuan antara sejarah masa lalu dengan masa depan.

"Jadi Batutulis nanti harus ada buku akademiknya, memberikan kajian secara komprehensif, dimulai dari tanggal pembuatan, bahan pembuatan, siapa yang membuat, apa arti tulisannya dan nanti kemudian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga sama," ucap KDM dalam rilisnya kepada RRI Senin 18 Mei 2026.

Apalagi, menurut KDM, Kota Bogor merupakan pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran, yang terbukti dengan adanya Prasasti Batutulis. Hal tersebut harus dijelaskan secara komprehensif.

Menurut KDM, Prasasti Batutulis yang berada di wilayah Kota Bogor tidak sekadar peninggalan sejarah. Lebih dari itu, tersimpan fakta besar yang menceritakan kejayaan Kerajaan Sunda di bawah pimpinan Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi.

Seperti diketahui, prasasti Batu tulis dibuat atas perintah Raja Surawisesa. Pembuatan prasasti itu, diperkirakan pada 1533 Masehi.

Monumen bersejarah dari peninggalan Kerajaan Sunda Pajajaran ini dibuat oleh Prabu Surawisesa. Tujuannya adalah sebagai bentuk penghormatan dan surat cinta untuk mengenang jasa ayahandanya, yaitu Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.

Prabu Siliwangi dianggap berjasa memperbaiki penataan di Kota Pakuan Pajajaran. Kota Pakuan Pajajaran merupakan ibukota kerajaan Sunda Pajajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....