Kirab Napak Tilas Pajajaran di Cirebon Hidupkan Nilai Budaya Sunda

  • 11 Mei 2026 17:36 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran yang digelar di Kota Cirebon pada Minggu malam, 10 Mei 2026, berlangsung meriah dan kondusif. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang melibatkan berbagai unsur budaya dan pemerintahan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Ramli Effendi mengatakan masyarakat Kota Cirebon merasa bangga karena daerahnya menjadi salah satu tujuan kirab budaya tersebut. Menurutnya, kehadiran Mahkota Binokasih memiliki makna sejarah yang kuat bagi perjalanan budaya Sunda dan Cirebon.

“Cirebon menjadi salah satu kota yang dipilih dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda dan ini tentu sangat bermakna bagi masyarakat. Kami memandang Cirebon memiliki posisi penting dalam sejarah panjang Tatar Sunda dan Pajajaran,” kata Ramli Effendi kepada RRI, Senin, 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan Pemerintah Kota Cirebon bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan berbagai persiapan sejak dua pekan sebelum acara berlangsung. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi hingga pengamanan demi memastikan kegiatan berjalan lancar.

Ramli menuturkan pelaksanaan kirab budaya di Kota Cirebon berlangsung aman dan tertib dibandingkan sejumlah daerah lain yang sebelumnya menjadi lokasi kegiatan serupa. Ia juga menyebut sejumlah kepala daerah serta para sultan dari berbagai keraton hadir dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah pelaksanaannya lancar dan kondusif. Pak KDM hadir, Pak Wakil Gubernur hadir, kemudian beberapa kepala daerah dan para sultan juga lengkap hadir di Cirebon,” ujarnya.

Menurut Ramli, kegiatan napak tilas budaya penting untuk terus dilestarikan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melupakan sejarah dan asal-usul budaya daerahnya. Ia menilai budaya yang berkembang di Jawa Barat, termasuk Cirebon, memiliki keterkaitan erat dengan sejarah kerajaan Sunda di masa lampau.

Ia berharap kegiatan budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih dapat menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....