Menjaga Semangat Ibadah usai Ramadhan Tetap Konsisten
- 08 Apr 2026 06:44 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan menjadi tantangan yang kerap dihadapi umat Muslim. Hal ini dibahas dalam siaran Hikmah Subuh PRO 4 RRI Banjarmasin, bersama Ustaz. Syaifullah, Rabu 8 April 2026.
Dikatakan, fenomena menurunnya semangat ibadah pasca-Idulfitri diibaratkan sebagai “baterai spiritual” yang mulai melemah setelah Ramadhan berlalu. Kondisi ini dinilai wajar, namun tetap perlu diantisipasi agar tidak berlarut-larut.
Menurutnya, kunci utama dalam menjaga ibadah adalah memahami konsep istiqomah, yakni konsistensi dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Istiqomah tidak selalu berarti melakukan ibadah dalam jumlah besar, tetapi lebih pada keberlanjutan amalan meskipun dalam porsi kecil.
“Istiqomah itu tegak lurus dalam ketaatan, tetap berjalan di jalan Allah meskipun Ramadhan telah usai,” ujar Ustaz. Syaifullah.
Dalam budaya Banjar, konsep ini dikenal dengan istilah “tetap hati” atau “kada ba-ampihan”. Konsep tersebut menggambarkan sikap tidak berhenti dalam berbuat kebaikan.
Sejumlah faktor yang menyebabkan semangat ibadah menurun, diantaranya perubahan lingkungan setelah Ramadhan, dan target ibadah yang terlalu tinggi. Selain itu euforia kemenangan yang membuat sebagian orang merasa cukup dengan ibadah selama sebulan.
“Kita sering terlalu tinggi memasang target, sehingga ketika tidak tercapai, justru membuat kita berhenti. Oleh karena itu, diperlukan strategi realistis agar ibadah tetap terjaga secara berkelanjutan," ujarnya.
Sebagai solusi, yakni penerapan prinsip amalan sedikit namun konsisten, seperti menjaga shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an meski hanya beberapa ayat. serta berpuasa enam hari di bulan Syawal. Amalan tersebut dinilai efektif sebagai jembatan menjaga ritme ibadah setelah Ramadhan.
Hal lain yang juga penting adalah lingkungan yang positif agar semangat ibadah tetap terjaga. JIka berada di lingkungan yang baik, semangat itu akan ikut terbawa.
Ustaz menegaskan bahwa Ramadhan bukanlah akhir dari perjalanan ibadah, melainkan awal pembentukan kebiasaan baik untuk bulan-bulan berikutnya. Konsistensi dalam beribadah, meski sederhana, menjadi indikator keberhasilan Ramadhan yang sesungguhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....