Tradisi Ater-Ater Pererat Silaturahmi dan Sosial
- 04 Apr 2026 15:47 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tradisi ater-ater menjadi topik bahasan dalam program Ragam Budaya Sambung Roso di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 1 April 2026. Tradisi Jawa ini dinilai tetap relevan karena mampu mempererat ukhuwah dan menumbuhkan kepedulian sosial di masyarakat.
Trining Puji Astutik S.Si., S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa ater-ater merupakan tradisi mengantar makanan kepada tetangga, keluarga, atau orang yang dituakan. Kegiatan ini biasanya dilakukan menjelang Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk persiapan spiritual dan sosial.
“Melalui ater-ater, masyarakat saling berbagi dan memaafkan,” ujarnya. “Ini menjadi bentuk sedekah yang halus, bahkan tanpa memandang status sosial.”
Tradisi ini juga mencerminkan nilai solidaritas dan keadilan sosial yang tinggi. Dahulu, ater-ater dilakukan secara merata sehingga tidak ada warga yang merasa kekurangan saat memasuki bulan puasa atau Idulfitri.
Ia menjelaskan, selain mempererat hubungan sosial, ater-ater juga memperkuat komunikasi antarwarga. Kebiasaan ini menjadi penyeimbang di tengah gaya hidup modern yang cenderung individualis serta dipengaruhi perkembangan teknologi.
Dengan nilai sosial dan budaya yang tinggi, ater-ater bukan sekadar tradisi, tetapi juga solusi sosial yang relevan di era sekarang. Masyarakat diharapkan terus melestarikan tradisi ini untuk membangun lingkungan yang harmonis dan penuh kehangatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....