Dari Tradisi untuk Pemajuan UMKM
- 30 Mar 2026 08:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Program siaran budaya nasional yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) menghadirkan diskusi bertema “Dari Tradisi untuk Pemajuan UMKM”. Wawancara ini dipandu oleh Nova Calysta dari RRI Jakarta dan Michelle Sabda dari RRI Semarang.
Dalam perbincangan tersebut, narasumber Ai Solikati selaku Ketua Paguyuban Pasar Johar Selatan menjelaskan bagaimana tradisi lokal dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di Semarang.
Menurut Ai Solikati, pengembangan UMKM dilakukan melalui wadah Paguyuban Pasar Johar Selatan yang berlokasi di kawasan Pasar Johar. Di tempat tersebut terdapat sekitar 200 lebih pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kota Semarang yang bergerak di bidang kerajinan, batik, fashion, kuliner, hingga jamu tradisional.
“Di Pasar Johar Selatan Baru ini ada sekitar 200 UMKM, perwakilan dari 16 kecamatan di Kota Semarang. Lantai tiga untuk kerajinan dan fashion, sedangkan lantai empat khusus kuliner,” ujar Ai Solikati saat diwawancarai.
Lebih lanjut, Ai menjelaskan bahwa tradisi dan budaya lokal menjadi inspirasi utama dalam mengembangkan produk UMKM. Salah satu contohnya adalah pembuatan paket hampers atau parcel Lebaran yang memadukan unsur modern dengan budaya tradisional seperti motif batik dan tokoh wayang. Produk tersebut berisi berbagai makanan khas hasil karya UMKM Semarang yang telah melalui proses kurasi.
“Walaupun packaging-nya modern, kami tetap mengangkat budaya seperti wayang dan batik. Jadi tradisi tetap hidup sekaligus menjadi daya tarik produk UMKM,” jelasnya.
Selain produksi dan pemasaran, Paguyuban Pasar Johar Selatan juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat dan pelajar. Program pelatihan seperti membatik, eco-print, hingga kelas memasak diberikan kepada siswa dari tingkat PAUD hingga SMP melalui kegiatan outing class. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan budaya sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Ai Solikati menambahkan bahwa kunci pengembangan UMKM adalah kolaborasi antar pelaku usaha. Dalam pembuatan hampers, misalnya, pelaku UMKM kuliner fokus memproduksi makanan, sementara pelaku kerajinan membuat kemasan dan dekorasi.
“Kami mengajarkan kerja tim. Dengan kolaborasi, UMKM bisa maju bersama dan saling menguatkan,” pungkasnya. Melalui pendekatan yang menggabungkan tradisi dan inovasi tersebut, diharapkan UMKM Semarang dapat terus berkembang sekaligus melestarikan budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....