Bahaya Musim Kemarau,Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

  • 20 Jul 2026 19:16 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Musim kemarau yang mulai melanda berbagai wilayah Indonesia membawa sejumlah dampak yang perlu diwaspadai masyarakat. Selain menyebabkan suhu udara meningkat, musim kemarau juga berpotensi memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan kesehatan akibat cuaca panas dan berkurangnya ketersediaan air bersih.

Mengutip informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun di banyak wilayah Indonesia. Berkurangnya curah hujan selama periode tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan, terutama di daerah yang memiliki kawasan gambut.

Musim kemarau juga memberikan dampak terhadap sektor pertanian di berbagai daerah. Keterbatasan pasokan air dapat menyebabkan tanaman mengalami penurunan produktivitas hingga gagal panen, sehingga berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan dan pendapatan para petani.

Selain sektor pertanian, kualitas udara juga dapat menurun akibat munculnya asap dari kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut berisiko mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta penderita penyakit pernapasan.

Di bidang kesehatan, cuaca panas yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat paparan panas (heat exhaustion), hingga gangguan pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari, serta menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau pakaian yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.

Pemerintah bersama instansi terkait terus mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau. Selain itu, warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran hutan maupun lahan.

Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak musim kemarau yang berkepanjangan. Melalui langkah-langkah pencegahan dan kerja sama seluruh pihak, risiko bencana, gangguan kesehatan, serta kerusakan lingkungan diharapkan dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....