Kesalahan Panaskan Mobil Bisa Bikin Mesin Cepat Bermasalah
- 19 Jul 2026 20:46 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Memanaskan mobil masih menjadi kebiasaan banyak pengendara sebelum mulai berkendara. Namun, tidak sedikit yang melakukannya dengan cara yang kurang tepat karena mengikuti kebiasaan lama atau informasi yang belum tentu sesuai dengan teknologi mobil modern.
Padahal, kesalahan saat memanaskan mesin dapat berdampak pada efisiensi bahan bakar, mempercepat keausan komponen, hingga membuat performa kendaraan tidak optimal. Agar mobil tetap awet, berikut jawapos.com merilis Minggu 19 Juli 2026, 7 kebiasaan yang sebaiknya mulai dihindari!
1. Langsung Berkendara dengan Akselerasi Tinggi
Setelah mesin menyala, hindari langsung menginjak pedal gas dalam-dalam atau memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Berikan waktu beberapa menit dengan berkendara santai agar suhu mesin, oli, dan komponen lainnya mencapai kondisi kerja yang ideal. Cara ini juga membantu memperpanjang usia mesin.
2. Mengabaikan Indikator di Panel Instrumen
Saat memanaskan mobil, jangan hanya menunggu waktu. Perhatikan juga indikator pada panel instrumen, seperti lampu peringatan mesin, aki, tekanan oli, atau suhu mesin.
Jika ada lampu indikator yang tetap menyala setelah mesin hidup, sebaiknya jangan langsung digunakan. Cari tahu penyebabnya terlebih dahulu agar kerusakan tidak semakin parah.
3. Menyalakan Banyak Perangkat Listrik Sejak Awal
Menyalakan AC, audio, lampu, hingga pemanas kaca sesaat setelah mesin hidup bisa menambah beban pada aki dan sistem kelistrikan, terutama jika kondisi aki mulai melemah.
Sebaiknya tunggu beberapa saat hingga putaran mesin stabil sebelum mengaktifkan berbagai fitur tersebut.
4. Memanaskan Mobil Terlalu Lama
Banyak orang mengira mesin harus dipanaskan selama 10 hingga 15 menit sebelum digunakan. Padahal, pada mobil dengan teknologi injeksi modern, hal tersebut sudah tidak diperlukan.
Cukup nyalakan mesin sekitar 30 detik hingga satu menit agar oli mulai bersirkulasi. Setelah itu, Anda bisa langsung berkendara secara perlahan hingga suhu mesin mencapai kondisi kerja ideal.
5. Langsung Menginjak Gas saat Mesin Baru Menyala
Sebagian pengendara terbiasa menginjak pedal gas beberapa kali setelah mesin hidup. Kebiasaan ini justru membuat putaran mesin naik ketika pelumasan belum bekerja secara maksimal.
Biarkan putaran mesin stabil terlebih dahulu. Cara ini membantu seluruh komponen mendapatkan pelumasan yang cukup sebelum menerima beban saat mobil digunakan.
6. Memanaskan Mobil di Ruang Tertutup
Jangan pernah memanaskan mobil di garasi yang tertutup rapat tanpa sirkulasi udara. Gas buang kendaraan mengandung karbon monoksida yang berbahaya jika terhirup dalam jumlah banyak.
Jika harus memanaskan mobil di garasi, pastikan pintu garasi terbuka lebar atau kendaraan berada di area dengan sirkulasi udara yang baik.
7. Menganggap Semua Mobil Harus Dipanaskan Dengan Cara yang Sama
Setiap kendaraan memiliki karakteristik yang berbeda. Mobil bermesin bensin, diesel, hybrid, maupun listrik memiliki prosedur pengoperasian yang tidak selalu sama.
Karena itu, selalu ikuti panduan yang terdapat di buku manual kendaraan. Rekomendasi dari pabrikan merupakan acuan terbaik agar mesin tetap awet dan performanya terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....