Reuni Empat Dekade SMAN 7 Kota Bandung Kokohkan Silaturahmi dan Kepedulian

  • 18 Jul 2026 15:59 WIB
  •  Bandung

RRI .CO.ID, Bandung - Ikatan Alumni (IKA) SMAN 7 Bandung Angkatan 1986 menggelar Reuni 40 Tahun di Hotel Holiday Inn, Jalan Dr. Djunjunan, Kota Bandung, Sabtu 18 Juli 2026. Momentum empat dekade kelulusan tersebut tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kepedulian sosial di antara para alumni.

Ketua IKA SMAN 7 Bandung Angkatan 1986, Dr. Ir. Edy Suryadi, mengatakan gagasan penyelenggaraan reuni mulai muncul sekitar enam bulan sebelum pelaksanaan. Ide tersebut berawal dari usulan para koordinator kelas (korlas) yang menginginkan peringatan 40 tahun kelulusan menjadi kegiatan istimewa yang mampu menghadirkan kembali seluruh alumni dalam suasana kekeluargaan.

"Enam bulan lalu muncul usulan dari teman-teman korlas agar 40 tahun kelulusan ini diperingati melalui kegiatan yang spesial. Harapannya seluruh alumni Angkatan 1986 dapat berkumpul kembali dalam suasana penuh kebersamaan," ujar Edy.

Setelah melalui berbagai pembahasan, panitia kemudian memberikan mandat kepada alumni Kelas B8 untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan reuni akbar. Edy menjelaskan, dirinya bersama Ketua Pelaksana Drs. Yana Karyana, Sekretaris Dra. Wasiah Dini Sumarta, Apt., serta Penanggung Jawab Acara Drs. Dadan Nuryana, M.M., merupakan bagian dari Kelas B8 yang sejak masa sekolah dikenal memiliki ikatan persaudaraan yang erat.

Menurut Edy, Kelas B8 merupakan kelas yang berisi para siswa terbaik berdasarkan hasil seleksi akademik saat diterima di SMAN 7 Bandung. Kebersamaan yang terjalin sejak masa sekolah membuat komunikasi antar sahabat tetap terpelihara hingga empat dekade kemudian, sehingga mereka siap menerima amanah sebagai penyelenggara reuni.

"Hubungan persaudaraan kami memang sudah terbentuk sejak masih menjadi siswa. Ketika dipercaya menjadi panitia reuni, teman-teman B8 langsung siap bekerja bersama demi menyukseskan acara ini," katanya.

Edy menegaskan, reuni empat dekade sengaja dikemas lebih bermakna daripada sekadar ajang nostalgia. Sebelum acara puncak digelar, panitia telah melaksanakan pengajian lintas angkatan, pemeriksaan kesehatan gratis bagi guru dan peserta, menyerahkan uang kadedeuh kepada para guru yang masih hidup, serta memberikan beasiswa kepada lima siswa yatim piatu berprestasi dari keluarga kurang mampu.

"Kami ingin reuni ini bukan sekadar bernostalgia. Ada nilai pengabdian, penghormatan kepada guru, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata kepada sekolah melalui pemberian beasiswa dan kegiatan bakti sosial," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Reuni Empat Dekade, Drs. Yana Karyana, mengungkapkan bahwa penyusunan konsep kegiatan sempat melalui berbagai perbedaan pendapat. Ada yang mengusulkan konsep luar ruangan (outdoor), ada pula yang menginginkan kegiatan di dalam ruangan (indoor). Namun seluruh panitia akhirnya sepakat bahwa reuni harus memberikan manfaat lebih besar bagi alumni maupun almamater.

"Kami ingin reuni ini memiliki makna lebih dari sekadar berkumpul. Alumni juga harus mampu memberikan kontribusi kepada sekolah. Kami bahkan sempat menggagas pembinaan Olimpiade Sains, pendampingan prestasi hingga penguatan jejaring alumni untuk mendukung kemajuan almamater," ujar Yana.

Yana menjelaskan, setiap fase usia alumni memiliki bentuk pengabdian yang berbeda. Alumni satu dasawarsa dinilai dapat berkontribusi dalam pembinaan prestasi, dua dasawarsa melalui pendampingan karier, tiga dasawarsa membangun jejaring profesional, sedangkan alumni empat dasawarsa memiliki tanggung jawab menjadi penjaga nilai, pemberi masukan, sekaligus mitra strategis bagi sekolah berdasarkan pengalaman yang dimiliki.

"Memasuki empat dasawarsa, peran kami bukan hanya berkumpul, tetapi juga mengawal, memberikan masukan, dan siap membantu apabila sekolah membutuhkan pengalaman maupun pemikiran kami. Itulah bentuk pengabdian alumni kepada almamater," tuturnya.

Ia juga menyampaikan, dari sekitar 640 alumni yang berasal dari 16 kelas, sebanyak 96 orang telah meninggal dunia. Pada reuni akbar tahun ini, sekitar 300 alumni hadir atau lebih dari separuh jumlah alumni yang masih ada. Seluruh peserta hadir tanpa memandang jabatan, profesi, maupun status sosial, sehingga suasana kekeluargaan benar-benar terasa sepanjang acara.

"Di sini tidak ada perbedaan jabatan, kedudukan ataupun kekayaan. Semua kembali menjadi sahabat seperti saat mengenakan seragam putih abu-abu. Angkatan kami juga melahirkan banyak tokoh di berbagai bidang, termasuk seorang mantan Kasdam III/Siliwangi. Semangat kekeluargaan inilah yang ingin terus kami jaga," pungkas Yana.

Sekretaris Pelaksana Reuni, Dra. Wasiah Dini Sumarta, Apt., mengatakan Kelas B8 menerima amanah menjadi tuan rumah reuni dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, tujuan utama panitia sejak awal adalah menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh alumni yang hadir setelah 40 tahun berpisah.

"Kami menerima kepercayaan dari teman-teman untuk menjadi host reuni besar ini. Niat kami sederhana, yaitu membuat seluruh teman-teman merasa bahagia dan bangga bisa kembali berkumpul," ujar Wasiah.

Wasiah mengungkapkan, proses penggalangan dana dilakukan secara gotong royong oleh alumni B8. Seluruh kebutuhan pembiayaan kegiatan ditanggung melalui swadaya para alumni B8 tanpa membebani alumni dari kelas lain. Ia menyebut kontribusi yang terkumpul bahkan mencapai lebih dari Rp100 juta berkat semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kegiatan tersebut.

"Semua teman-teman B8 berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan bukan hanya dalam kata-kata, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata. Alhamdulillah dana yang terkumpul melebihi Rp100 juta," katanya.

Lebih lanjut, Wasiah menjelaskan panitia sengaja tidak menerima sumbangan uang dari alumni di luar B8 demi menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Sebagai gantinya, panitia membuka kesempatan bagi alumni lain untuk berpartisipasi melalui bantuan dalam bentuk barang, seperti hadiah door prize dan perlengkapan kegiatan.

"Kami ingin semuanya transparan dan mudah dipertanggungjawabkan. Karena itu kami sepakat tidak menerima donasi uang dari luar B8, tetapi menerima bantuan dalam bentuk barang yang langsung bisa dimanfaatkan dalam kegiatan reuni," jelasnya.

Penanggung Jawab Acara Reuni di Hotel Holiday Inn, Drs. Dadan Nuryana, M.M., menilai kesuksesan reuni empat dekade tidak lepas dari keikhlasan, kerja keras, dan semangat gotong royong seluruh alumni B8. Menurutnya, kebersamaan yang telah terbangun sejak masih menjadi siswa menjadi modal utama dalam menyukseskan reuni terbesar yang pernah diselenggarakan Angkatan 1986.

"Semuanya berawal dari keikhlasan, kebersamaan, dan kerja keras teman-teman B8. Terima kasih kepada Kang Yana, Kang Edi, Teh Wawa, serta seluruh sahabat yang telah bergotong royong. Kebersamaan kami sudah terjalin sejak masih di SMA dan terus terpelihara hingga sekarang. Silaturahmi inilah yang menjadi kekuatan terbesar Angkatan 1986," tutur Dadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....