Rem Blong? Ini Langkah Tepat untuk Selamat di Jalan
- 19 Jul 2026 00:04 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Rem blong menjadi salah satu kondisi darurat paling berbahaya yang dapat dialami pengendara. Dalam situasi seperti ini, kepanikan justru dapat memperbesar risiko kecelakaan. Karena itu, memahami langkah yang tepat saat rem tidak berfungsi menjadi bekal penting bagi setiap pengguna jalan untuk meminimalkan risiko dan menyelamatkan nyawa.
Temuan penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Transportasi Universitas Katolik Parahyangan berjudul Analisis Lokasi Rawan Kecelakaan Rem Blong menyebutkan bahwa kecelakaan akibat rem blong di jalan menurun umumnya dipicu oleh pengereman secara terus-menerus (continuous braking) yang menyebabkan suhu sistem pengereman meningkat atau overheat. Kondisi tersebut memicu brake fade, yaitu menurunnya daya cengkeram rem sehingga kendaraan sulit dihentikan. Penelitian itu juga merekomendasikan penggunaan engine brake, pembatasan kecepatan, serta penyediaan jalur penyelamat (escape ramp) di ruas jalan dengan turunan panjang sebagai langkah mitigasi.
Fenomena brake fade juga dibuktikan dalam penelitian Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Penelitian tersebut menemukan bahwa peningkatan temperatur pada kampas rem menyebabkan koefisien gesek menurun, sehingga kemampuan pengereman ikut berkurang. Semakin tinggi suhu rem akibat pengereman berulang, semakin besar potensi terjadinya kegagalan sistem pengereman.
Berdasarkan temuan tersebut, pengemudi disarankan tetap tenang apabila mengalami rem blong. Langkah pertama adalah menjaga kendali kendaraan dan menghindari manuver mendadak. Selanjutnya, manfaatkan engine brake dengan menurunkan gigi transmisi secara bertahap agar laju kendaraan berkurang tanpa membebani sistem rem.
Setelah kecepatan mulai menurun, rem tangan dapat digunakan secara perlahan sebagai bantuan pengereman. Penggunaan rem tangan secara tiba-tiba justru berisiko mengunci roda belakang sehingga kendaraan kehilangan keseimbangan.
Pengemudi juga dianjurkan segera menyalakan lampu hazard dan membunyikan klakson bila diperlukan untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan lain. Bila tersedia, arahkan kendaraan menuju bahu jalan atau jalur penyelamat untuk menghentikan kendaraan dengan lebih aman.
Selain mengetahui cara mengatasi rem blong, pencegahan tetap menjadi langkah utama. Pemeriksaan berkala terhadap kampas rem, cakram atau tromol, minyak rem, serta selang hidrolik perlu dilakukan sebelum kendaraan digunakan, terutama saat akan melakukan perjalanan jauh atau melewati jalur pegunungan.
Penelitian terbaru dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) bahkan mengembangkan sistem pemantauan suhu rem berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memberikan peringatan dini ketika temperatur rem meningkat hingga berpotensi menyebabkan brake fade. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menekan angka kecelakaan akibat kegagalan sistem pengereman, khususnya pada kendaraan angkutan barang dan angkutan umum.
Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh keterampilan pengemudi, tetapi juga kondisi kendaraan yang laik jalan. Memahami cara menghadapi rem blong sekaligus melakukan perawatan rutin pada sistem pengereman menjadi langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menyelamatkan nyawa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....