Dampak Buruk Penggunaan Setrum Listrik di Sawah Pertanian

  • 16 Jul 2026 20:35 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Penggunaan setrum listrik untuk membunuh tikus menyebabkan risiko kematian manusia yang tidak disengaja karena tersengat aliran listrik di area persawahan.
  • Metode ini ilegal dan dapat dipidana penjara jika kelalaiannya mengakibatkan kematian orang lain, berdasarkan hukum yang berlaku.
  • Setrum listrik membunuh predator alami tikus seperti ular sawah dan burung hantu, merusak ekosistem dan menyebabkan populasi tikus kembali meledak.
  • Pemerintah merekomendasikan petani menggunakan metode pengendalian hayati seperti pagupon burung hantu yang lebih aman dan berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Cirebon - Penggunaan setrum listrik untuk membasmi hama tikus di area persawahan masih sering menjadi pilihan instan bagi sebagian petani. Sayangnya, metode yang dianggap cepat dan murah ini justru menyimpan ancaman bahaya yang sangat besar bagi keselamatan.

Bahaya utama dari pemasangan kawat berarus listrik ini adalah risiko hilangnya nyawa manusia akibat tersengat secara tidak sengaja. Sudah banyak kasus tragis di mana petani atau warga sekitar tewas akibat terjebak aliran listrik di sawah mereka sendiri.

Selain mengancam nyawa manusia, jebakan listrik ini juga merusak ekosistem pertanian karena membunuh hewan non-target. Hewan predator alami tikus seperti ular sawah dan burung hantu sering kali ikut mati tersengat aliran listrik tersebut.

Dari sudut pandang hukum, penggunaan setrum listrik liar di area persawahan merupakan tindakan ilegal yang dapat dipidana. Petani yang memasang alat berbahaya ini bisa dijerat hukum penjara jika kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Secara fungsional, metode ini sebenarnya tidak efektif untuk mengatasi hama tikus dalam jangka waktu yang lama. Populasi tikus akan cepat kembali berlipat ganda selama rantai makanan mereka terganggu akibat hilangnya predator alami.

Pemerintah sangat menyarankan petani untuk beralih ke metode ramah lingkungan seperti mendirikan pagupon burung hantu. Pengendalian hama secara hayati ini jauh lebih aman bagi keselamatan jiwa sekaligus menjaga kelestarian ekosistem sawah.

Sudah saatnya para petani menghentikan kebiasaan berbahaya ini demi keselamatan bersama dan keberlanjutan pertanian. Mari kita jaga sawah kita tetap produktif tanpa harus mengorbankan nyawa manusia maupun kelestarian alam sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....