Kolaborasi Lintas Sektor Dinilai Kunci Menjaga Kelestarian Laut Aceh

  • 16 Jul 2026 07:56 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Pendiri Aceh Aquatic Youth, Ibnu Husada, S.Pi, menegaskan upaya menjaga kelestarian laut Aceh hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha hingga masyarakat pesisir. Dalam dialog Green Radio RRI Banda Aceh bertema "Kolaborasi untuk Masa Depan Laut Aceh", Ibnu mengatakan tantangan pelestarian ekosistem laut semakin kompleks sehingga tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja.

"Untuk menjaga kelestarian laut Aceh itu bukan merupakan tugas satu sektor, tetapi tugas bersama. Kolaborasi ini menjadi ujung tombak dan tidak bisa ditawar lagi karena tantangan di laut kita sangat kompleks," kata Ibnu, Sabtu, 11 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi ekosistem laut di sejumlah wilayah seperti Banda Aceh dan Sabang mengalami penurunan kualitas, terutama pada ekosistem terumbu karang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan iklim yang meningkatkan suhu laut, serta aktivitas manusia yang belum ramah lingkungan.

Berbagai upaya konservasi telah dilakukan Aceh Aquatic Youth bersama sejumlah mitra, di antaranya rehabilitasi terumbu karang, penanaman mangrove, penanaman lamun, hingga aksi bersih pantai.

Kolaborasi juga telah terjalin dengan berbagai pihak, seperti Lamjabat Foundation, civitas akademika Universitas Syiah Kuala, komunitas penyelam, Balai Budidaya Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, BPSPL Padang, serta masyarakat pesisir.

Salah satu program yang tengah berjalan adalah pembangunan pembibitan terumbu karang di Sabang yang mendapat dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo. Selain itu, Aceh Aquatic Youth juga membuka program adopsi terumbu karang, sehingga masyarakat dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan konservasi dengan mengadopsi fragmen karang dan menerima laporan perkembangan pertumbuhannya secara berkala.

Meski demikian, Ibnu mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, termasuk keterbatasan dukungan operasional dan fasilitas konservasi. Ia berharap semakin banyak pihak, baik pemerintah, BUMN maupun sektor swasta, turut mendukung gerakan konservasi laut agar keberlanjutan ekosistem pesisir Aceh dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....