Konseling dan Dukungan Komunitas Bantu Orang Tua Anak Autisme Lebih Kuat

  • 20 Apr 2026 08:55 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Konseling dan dukungan komunitas dinilai menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental orang tua yang memiliki anak dengan autisme. Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Banda Aceh, Maria Ulfa, S.Psi., M.Pd., Ph.D., mengatakan bahwa kecemasan paling umum yang dialami orang tua adalah terkait masa depan anak. “Orang tua sering bertanya apakah anaknya bisa sekolah, bisa mandiri, atau bagaimana ketika mereka sudah tidak ada lagi,” ujarnya Senin 13 April 2026.

Selain itu, banyak orang tua yang awalnya sulit menerima kondisi anak, bahkan merasa tidak percaya karena tidak ada riwayat serupa dalam keluarga. “Karena itu kami fokus pada edukasi dan terapi penerimaan. Orang tua perlu memahami bahwa ini bukan penyakit keturunan atau kesalahan pengasuhan,” katanya.

Melalui konseling, Puspaga juga membekali orang tua dengan teknik pengasuhan dan terapi sederhana yang bisa dilakukan di rumah, mengingat terapi profesional membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Kami ajarkan langkah-langkah praktis, misalnya melatih komunikasi, fokus, hingga kemandirian anak agar orang tua tidak merasa kebingungan,” jelas Maria.

Ia menambahkan, komunitas orang tua anak berkebutuhan khusus memiliki peran besar sebagai ruang berbagi dan penguatan mental. “Di komunitas, mereka bisa saling berbagi pengalaman, mendapatkan informasi, dan merasa tidak sendiri. Itu sangat membantu mengurangi stres,” ungkapnya.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan layanan terapi, kondisi ekonomi keluarga, serta stigma masyarakat yang belum sepenuhnya memahami autisme. “Masih ada anggapan bahwa autisme itu kutukan atau aib. Ini yang membuat orang tua minder dan menarik diri dari lingkungan,” kata Maria.

Maria berharap ke depan tersedia layanan terapi yang lebih terjangkau dan inklusif, serta meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. “Setiap anak adalah istimewa. Tugas kita adalah menemukan potensi mereka agar bisa berkembang sesuai kemampuannya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....