Energi Positif Keluarga Dibangun dari Akhlak dan Komunikasi Baik
- 15 Jul 2026 07:02 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Akhlak yang baik menjadi fondasi utama untuk menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga, sikap jujur, bertanggung jawab dan saling menghormati serta peduli sesama, menjadikan suasana rumah yang aman dan nyaman. Keluarga adalah lingkungan yang pertama tempat dimana seseorang belajar tentang kehidupan dan nilai-nilai moral, serta saling menghargai mulai tumbuh.
Dosen Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Salami, MA, mengatakan energi positif dalam keluarga tidak terlepas dari akhlak, cara berkomunikasi, serta kemampuan setiap anggota keluarga menjaga hubungan yang baik. Hal ini disampaikan dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh yang mengangkat tema "Menjaga Energi Positif dalam Keluarga", Jum’at 10 Juli 2026.
Menurut Prof. Salami, istilah energi positif dapat dipahami sebagai seluruh pikiran, perkataan, perasaan, dan perilaku yang mencerminkan akhlakul karimah sehingga memancarkan pengaruh baik kepada orang lain. "Semua perbuatan, perkataan, perasaan, dan pikiran yang termasuk akhlakul karimah memiliki energi positif. Sebaliknya, akhlak tercela melahirkan energi negatif," ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap ucapan dan tindakan memiliki getaran yang akan memengaruhi suasana dalam keluarga. Karena itu, pasangan suami istri dianjurkan lebih banyak berfokus pada kelebihan pasangan daripada kekurangannya. "Ketika kita fokus pada hal-hal baik dari pasangan, kita sedang mensyukuri nikmat Allah. Energi positif itu akan menarik hal-hal baik lainnya dalam rumah tangga," katanya.
Prof. Salami mengingatkan bahwa keluarga merupakan tempat pertama untuk menciptakan ketenangan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an melalui konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menurutnya, komunikasi yang santun menjadi salah satu cara menjaga keharmonisan keluarga.
Ucapan sederhana seperti mengucapkan terima kasih, memberikan apresiasi atas masakan pasangan, maupun menyampaikan kritik dengan bahasa yang lembut akan memberikan dampak besar terhadap suasana rumah. "Kalau ada kekurangan, sampaikan dengan cara yang baik. Tujuannya sama, tetapi pilihan kata dan intonasi menentukan apakah pasangan merasa dihargai atau justru terluka," ucapnya.
Ia juga mengajak setiap anggota keluarga terus belajar memperbaiki diri karena membangun keluarga harmonis merupakan proses sepanjang hayat. "Kita semua masih belajar menjadi suami, istri, maupun orang tua yang lebih baik. Tidak ada manusia yang sempurna," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....