Hari Pertama Sekolah dari Dulu sampai Sekarang, Tradisi yang Terus Berubah
- 14 Jul 2026 08:40 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Hari pertama sekolah selalu menghadirkan cerita baru bagi jutaan peserta didik di Indonesia. Di balik kegembiraan mengenakan seragam baru dan bertemu teman-teman, momen tersebut ternyata mengalami banyak perubahan dari masa ke masa, seiring berkembangnya sistem pendidikan, kurikulum, hingga pola pengasuhan orang tua.
Pada dekade 1970-an hingga 1990-an, hari pertama sekolah umumnya berlangsung sederhana. Para siswa datang lebih awal untuk mengikuti upacara pembukaan tahun ajaran, kemudian memasuki kelas untuk berkenalan dengan wali kelas dan teman-teman baru. Aktivitas belajar sudah mulai dilakukan sejak hari pertama dengan pengenalan tata tertib sekolah, pembagian jadwal pelajaran, hingga pembagian buku pelajaran.
Suasana tersebut berbeda dengan kondisi saat ini. Sejak diterapkannya berbagai pembaruan kebijakan pendidikan, termasuk penguatan pendidikan karakter dan Kurikulum Merdeka, hari pertama sekolah lebih difokuskan pada proses adaptasi peserta didik terhadap lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Kegiatan seperti permainan edukatif, tur lingkungan sekolah, perkenalan antarsiswa, hingga pengenalan budaya sekolah menjadi bagian penting sebelum proses pembelajaran dimulai secara penuh.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa orientasi pendidikan di Indonesia tidak lagi hanya menitikberatkan pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga memperhatikan kesiapan psikologis peserta didik dalam memasuki lingkungan belajar yang baru.
Peran orang tua pun mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dahulu, tidak sedikit orang tua yang hanya mengantar anak hingga gerbang sekolah sebelum kembali bekerja. Kini, keterlibatan orang tua pada hari pertama sekolah justru didorong sebagai bagian dari proses membangun komunikasi antara keluarga dan sekolah.
Hal tersebut sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Hari Pertama Sekolah yang mendorong orang tua meluangkan waktu mengantar anak di hari pertama sebagai bentuk dukungan emosional sekaligus memperkuat sinergi pendidikan antara rumah dan sekolah. Penelitian yang dimuat dalam Pedagogia: Jurnal Pendidikan menyebutkan bahwa kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah dapat meningkatkan motivasi belajar anak sekaligus membantu proses adaptasi terhadap lingkungan baru.
Perubahan wajah hari pertama sekolah juga dipengaruhi perkembangan teknologi. Jika dahulu informasi sekolah hanya disampaikan melalui papan pengumuman atau surat edaran yang dibawa siswa pulang, kini hampir seluruh komunikasi berlangsung melalui grup pesan instan, aplikasi sekolah, hingga platform pembelajaran digital. Orang tua bahkan dapat memantau kegiatan sekolah secara langsung melalui berbagai kanal digital yang disediakan satuan pendidikan.
Transformasi ini merupakan bagian dari perjalanan panjang pendidikan Indonesia. Kajian mengenai perkembangan pendidikan dasar di Indonesia menunjukkan bahwa sistem pendidikan terus beradaptasi mengikuti perubahan sosial, politik, dan teknologi. Dari masa kolonial, Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi, pendidikan mengalami berbagai pembaruan yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Meski suasana hari pertama sekolah kini jauh berbeda dibanding puluhan tahun lalu, sejumlah tradisi tetap dipertahankan. Kegiatan perkenalan guru dan siswa, penyampaian tata tertib sekolah, doa bersama, hingga penanaman nilai disiplin masih menjadi bagian penting dalam mengawali tahun ajaran baru.
| Baca juga: Tips agar Anak Tak Malas Masuk Sekolah |
Bagi banyak orang, hari pertama sekolah juga menyimpan nilai emosional yang kuat. Momen tersebut menjadi awal terbentuknya persahabatan, pengalaman belajar pertama, hingga kenangan yang sering dikenang ketika dewasa. Tidak sedikit orang tua yang kini merasakan nostalgia saat mengantar anak mereka memasuki gerbang sekolah yang mungkin pernah mereka lalui puluhan tahun sebelumnya.
Pakar pendidikan menilai bahwa perubahan pelaksanaan hari pertama sekolah merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan generasi masa kini. Pendekatan pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan berpusat pada peserta didik dinilai mampu menciptakan pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama memasuki sekolah.
Pada akhirnya, meskipun zaman telah berubah dari papan tulis kapur menuju layar digital, dari buku tulis bergaris menuju perangkat elektronik, makna hari pertama sekolah tetap sama. Momen tersebut menjadi langkah awal perjalanan pendidikan setiap anak untuk mengenal ilmu pengetahuan, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang terus berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....