Kerukunan Dinilai Harus Menjadi Kesadaran Bersama di tengah Keberagaman

  • 13 Jul 2026 07:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto-Keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya merupakan realitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, sikap rukun dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan yang ada.

Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, Wahyu Choerul Cahyadi, mengatakan perbedaan merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. "Perbedaan adalah realitas sosial yang tidak bisa dihindari, sedangkan kerukunan adalah sikap sadar yang harus dibangun bersama," ujarnya dalam dialog Moderasi Beragama Pro 1 RRI Purwokerto bertema Beda Itu Wajar, Rukun Itu Pilihan, Selasa (7/7/2026).

Menurut Wahyu, Indonesia sejak awal berdiri telah dibangun di atas keberagaman yang menjadi identitas bangsa. "Kita hidup di negara yang majemuk, sehingga kemampuan menerima perbedaan menjadi syarat utama untuk menjaga kehidupan yang damai," katanya.

Ia menjelaskan bahwa keyakinan dan spiritualitas merupakan ranah pribadi yang harus dihormati oleh setiap individu. "Soal keyakinan adalah urusan personal, tetapi menjaga kerukunan adalah tanggung jawab sosial yang harus diwujudkan bersama," jelasnya.

Menanggapi pertanyaan pendengar mengenai perbedaan praktik keagamaan di lingkungan sekitar, Wahyu menekankan pentingnya saling menghargai tanpa adanya paksaan. "Tidak ada paksaan dalam agama, yang diperlukan adalah kesadaran untuk saling menghormati agar semua dapat menjalankan ibadah dengan nyaman," ungkapnya.

Ia juga menilai toleransi dan kerukunan memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis. "Kerukunan harus dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga agar kita terbiasa mengelola perbedaan dengan kepala dingin dan hati yang terbuka," tambah Wahyu.

Di akhir dialog, Wahyu mengajak masyarakat untuk menjadikan dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan. "Memilih jalan rukun berarti mengutamakan komunikasi yang damai, logis, dan menghargai kemanusiaan di atas kepentingan kelompok," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....