Keseimbangan Hidup: Cara Tenang saat Realita tidak Sesuai Angan

  • 15 Jun 2026 13:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Setiap individu kerap memiliki gambaran tentang masa depan, baik dalam bentuk ekspektasi, harapan, maupun angan-angan. Namun, perbedaan cara memaknai ketiganya dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang, terutama ketika menghadapi ketidakpastian hidup.

Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Psikologi UMP Purwokerto, Imam Faizal Hamzah, S.Psi., M.A. dalam Siaran Ruang Psikologi Pro 1 RRI Purwokerto. Ia menjelaskan bahwa ekspektasi merupakan evaluasi positif terhadap masa depan yang bersifat kuat dan disertai tuntutan untuk harus tercapai.

“Ekspektasi yang tidak terpenuhi berpotensi menimbulkan kekecewaan berlebihan hingga mendorong seseorang menyalahkan diri sendiri maupun pihak lain. Ketika ekspektasi gagal, respons emosional yang muncul sering kali tidak sehat,” ujarnya.

Sementara itu, angan-angan dinilai sebagai gambaran masa depan yang tidak disertai usaha nyata. Angan-angan hanya berhenti pada tahap berandai-andai tanpa perencanaan dan ikhtiar yang jelas.

Adapun harapan berada pada posisi tengah, yakni menetapkan tujuan yang realistis dan disertai usaha, namun tetap terbuka terhadap kemungkinan hasil yang berbeda. Imam menilai, sikap ini lebih sehat secara mental karena mendorong evaluasi diri tanpa menyalahkan keadaan.

Ia juga menyarankan masyarakat menuliskan tujuan atau resolusi sebagai sarana refleksi untuk membedakan ekspektasi, harapan, dan angan-angan. Menurutnya, kesadaran tersebut penting agar seseorang tidak terbebani tekanan psikologis berlebihan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....