Spirit Muharram Jadi Momentum Hijrah Mental Hadapi Tantangan Era Modern

  • 27 Jun 2026 08:03 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender, tetapi menjadi titik awal perubahan sikap, karakter, dan pola pikir untuk menghadapi tantangan kehidupan modern. Hal tersebut disampaikan Ustaz Ihsan Tobi'i, S.Pd., dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon pada Kamis 25 Juni 2026.

Menurutnya semangat hijrah pada masa kini bukan lagi berpindah tempat sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, melainkan berpindah dari perilaku yang kurang baik menuju pribadi yang lebih berakhlak, bijak, dan bertanggung jawab, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital.

"Spirit hijrah ini patut kita adopsi di tengah tantangan era digital yang terus berubah sangat cepat. Hijrah kita hari ini adalah hijrah spiritual, hijrah mental, hijrah intelektual, serta hijrah karakter dan moral. Bukan sekadar perubahan penampilan, tetapi perubahan sikap menuju kehidupan yang lebih baik," ujar Ustaz Ihsan.

Ia menjelaskan, era digital menghadirkan berbagai tantangan seperti penyebaran hoaks, budaya saling mencaci di media sosial, hingga fenomena fear of missing out (FOMO) yang memicu rasa iri, dengki, dan ketidakpuasan terhadap kehidupan sendiri.

Karena itu, menurutnya, semangat Muharram harus diwujudkan dengan mengubah kebiasaan menggunakan media sosial menjadi lebih positif, membiasakan tabayun sebelum menyebarkan informasi, serta mengendalikan penggunaan gawai agar lebih produktif.

Selain itu, ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana dakwah, pendidikan, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa teknologi harus menjadi alat untuk mendukung kebaikan, bukan tujuan yang justru mengendalikan kehidupan manusia.

Ia mengingatkan agar peringatan Tahun Baru Hijriah tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, Muharram seharusnya menjadi momentum evaluasi diri dan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas kehidupan, baik dalam hubungan dengan sesama manusia maupun dengan Allah SWT.

"Kalau kita ingin menjadi orang yang beruntung, mari kita ciptakan perubahan kebaikan di tahun ini. Mudah-mudahan lebih baik daripada tahun yang kemarin. Semoga Allah senantiasa mengarahkan dan melindungi kita dari berbagai perubahan zaman serta menjadikan kita mampu berhijrah ke arah yang lebih baik lagi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....