Perbedaan Mazhab Merupakan Rahmat, Radikalisme Muncul saat Merasa Paling Benar

  • 24 Jun 2026 09:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Perbedaan pandangan dan mazhab dalam Islam merupakan bagian dari tradisi intelektual yang telah berlangsung sejak masa awal perkembangan Islam. Perbedaan tersebut muncul karena adanya variasi metode, pendekatan, dan sudut pandang para ulama dalam memahami sumber ajaran agama.

Dosen Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Saizu Purwokerto, Ismail, Lc., M.Hum., mengatakan lahirnya mazhab-mazhab besar seperti Syafi'i, Hanafi, Maliki, dan Hambali tidak terlepas dari perbedaan metodologi dalam menetapkan hukum Islam.

"Perbedaan itu terjadi karena cara pandang dan metodologi yang digunakan para ulama berbeda-beda. Dalam Islam, perbedaan semacam ini justru dipandang sebagai rahmat," ujarnya dalam dialog interaktif RRI Purwokerto.

Menurut Ismail, keberagaman pendapat menjadi kekayaan intelektual yang memperluas pilihan bagi umat Islam dalam menjalankan ajaran agama. Karena itu, perbedaan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan.

Ia menilai masalah mulai muncul ketika seseorang menganggap pemahamannya sebagai satu-satunya kebenaran dan menolak pandangan pihak lain. Sikap tersebut berpotensi memunculkan intoleransi hingga radikalisme.

"Radikalisme sering kali muncul bukan karena adanya perbedaan, tetapi karena ada klaim bahwa hanya pendapat dirinya yang benar, sementara yang lain dianggap salah bahkan sesat," katanya.

Meski demikian, Ismail menegaskan bahwa perbedaan tetap memiliki batasan. Menurutnya, seluruh pandangan keagamaan harus tetap berada dalam koridor nilai-nilai utama Al-Qur'an seperti keadilan dan kesetaraan.

"Kalau sebuah pandangan sudah melahirkan intimidasi, ketidakadilan, atau merugikan kelompok lain, berarti dia sudah keluar dari maqashid Al-Qur'an yang menjunjung keadilan dan kemaslahatan," ucapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk membangun budaya dialog dan saling menghormati perbedaan. Dengan cara itu, keragaman pandangan dapat menjadi kekuatan dalam memperkuat persatuan bangsa dan kehidupan beragama yang damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....