Selamat Datang Bulan Muharram, Bulan Allah yang Penuh Kemuliaan

  • 15 Jun 2026 22:31 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID Cirebon– 16 Juni 2026 M / 1 Muharram 1448 H Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah. Bulan Muharram yang menandai awal tahun Hijriah merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Allah SWT berfirman: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Inna ‘iddata asy-syuhûri ‘indallâhi itsnâ ‘asyara syahran fî kitâbillâhi yawma khalaqa as-samâwâti wal-ardha minhâ arba‘atun hurum.

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36).

Dilansir dari kanal YouTube resmi Buya Yahya melalui Al-Bahjah TV, Muharram memiliki keistimewaan tersendiri karena disebut Rasulullah SAW sebagai Syahrullah (Bulan Allah).

Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Afdlalush-shiyâmi ba‘da Ramadhâna Syahrullâhil Muharramu.

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di Bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim No. 1163).

Buya Yahya menjelaskan bahwa hadis sahih tersebut sudah cukup menjadi dasar memperbanyak ibadah di bulan Muharram. "Tidak perlu memakai riwayat-riwayat palsu yang banyak beredar," ujarnya. Keutamaan Muharram mencapai puncaknya pada 10 Muharram atau Hari Asyura.

Rasulullah SAW bersabda: وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Wa shiyâmu yawmi ‘âsyûrâ’a ahtasibu ‘alallâhi an yukaffira as-sanata allatî qablahu.

"Puasa Asyura diharapkan dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim No. 1162).

Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa Tasu’a pada 9 Muharram: لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ La’in baqîtu ilâ qâbilin la-ashûmannat-tâsi‘a.

"Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR. Muslim No. 1134).

Karena itu, puasa 9, 10, dan 11 Muharram menjadi amalan yang dianjurkan. Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, bertaubat, dan melaksanakan salat malam. Buya Yahya mengingatkan umat Islam agar berpegang pada dalil yang sahih dalam beribadah. Menurutnya, Muharram bukan sekadar pergantian tahun, tetapi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki diri menuju tahun yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....