Masuk Dapur, Lupa Mau Ambil Apa?

  • 07 Jun 2026 18:59 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pernah masuk ke sebuah ruangan lalu tiba-tiba lupa tujuan awal Anda? Misalnya, berjalan ke dapur untuk mengambil sesuatu, tetapi setibanya di sana justru bingung apa yang ingin dicari. Fenomena yang cukup sering dialami banyak orang ini dikenal dalam psikologi sebagai Doorway Effect atau efek ambang pintu.

Fenomena tersebut menarik perhatian para peneliti karena sering terjadi ketika seseorang berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Saat melewati pintu, otak tidak hanya mencatat perpindahan lokasi, tetapi juga menandai perubahan konteks atau peristiwa. Perubahan konteks inilah yang dapat membuat informasi yang sebelumnya tersimpan dalam memori jangka pendek menjadi lebih sulit untuk diingat kembali.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Visual Event Boundaries Trigger Forgetting Despite Active Maintenance in Visual Working Memory pada tahun 2024 menunjukkan bahwa batas antarperistiwa atau event boundaries dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mempertahankan informasi di memori kerja. Melalui simulasi perpindahan antarruangan, para peneliti menemukan bahwa peserta lebih sering mengalami penurunan daya ingat setelah melewati pintu dibandingkan ketika tetap berada di ruangan yang sama. Studi tersebut menjelaskan bahwa otak cenderung mengelompokkan pengalaman ke dalam beberapa "bab" atau segmen, sehingga informasi dari peristiwa sebelumnya menjadi kurang mudah diakses setelah terjadi pergantian konteks.

Sementara itu, penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Science tahun 2023 melalui jurnal Evidence That Event Boundaries Are Access Points for Memory Retrieval mengungkap bahwa otak memanfaatkan batas peristiwa sebagai penanda untuk mengatur sekaligus mengambil kembali memori. Penelitian dari Princeton University tersebut menunjukkan bahwa pengalaman manusia disimpan dalam segmen-segmen tertentu, sehingga perubahan aktivitas maupun lokasi dapat memengaruhi cara informasi disimpan dan dipanggil kembali. Temuan ini membantu menjelaskan mengapa seseorang kerap melupakan tujuan awal setelah memasuki lingkungan yang berbeda.

Temuan lain yang dipublikasikan dalam jurnal Doorways Do Not Always Cause Forgetting: A Multimodal Investigation pada tahun 2021 menunjukkan bahwa efek ambang pintu tidak selalu muncul dalam setiap kondisi. Penelitian yang dilakukan di lingkungan virtual maupun nyata menemukan bahwa gangguan ingatan lebih sering terjadi ketika memori kerja sedang penuh atau seseorang menerima banyak informasi dalam waktu bersamaan. Kondisi seperti kelelahan mental, stres, dan multitasking diketahui dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya Doorway Effect.

Doorway Effect bukanlah tanda menurunnya kecerdasan maupun gangguan daya ingat. Sebaliknya, fenomena ini mencerminkan cara otak mengelola informasi secara efisien. Ketika konteks berubah, otak akan lebih memprioritaskan informasi yang dianggap relevan dengan situasi baru, sehingga tujuan yang sebelumnya dipikirkan terkadang tersimpan sementara dan baru muncul kembali beberapa saat kemudian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....