‘Sol Sepatu…’ Suara yang Masih Bertahan di tengah Kehidupan Modern”

  • 25 Mei 2026 14:38 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap hari suaranya terdengar disekitar rumah kami “Sol sepatu…,sol sepatu.. Pak Usman namanya, dia berkeliling kampung membawa perlengkapan sederhana untuk memperbaiki sepatu yang sudah rusak milik pelanggan nya. Pria paruh baya tersebut mengandalkan keterampilan menjahit sepatu demi memenuhi kebutuhan keluarganya .

Keahliannya memperbaiki sepatu diperoleh sejak remaja ketika membantu pamannya bekerja pada kios reparasi sepatu di kotanya dulu. Kini dirinya mampu memperbaiki berbagai kerusakan sepatu menggunakan alat sederhana yang selalu dibawanya berkeliling setiap hari .

Tas lusuh berisi palu, benang, lem, serta paku kecil selalu menemani perjalanan panjangnya mencari pelanggan setiap hari. Ia biasanya berhenti sejenak dekat warung sambil menawarkan jasa perbaikan sepatu kepada warga sekitar rumah kami.

Hari itu Minggu 24 mei 2026 kebetulan saya sedang menunggu kedatangan bapak tukang sol sepatu ketika mendengar suara teriakannya yang khas lalu bergegas keluar rumah,untuk meminta tolong menjahit sandal yang putus.

"25 Ribu rupiah Bu " ,katanya ketika saya tanya berapa untuk menjahit sandal yang putus ini.

Sambil memperbaiki sandal dia bercerita tentang penghasilannya. "Penghasilan saya memang tidak menentu, tapi saya tetap bersyukur karena masih bisa membiayai sekolah anak saya dengan pekerjaan ini". Katanya .

Beberapa pelanggan kadang memberi lebih upah memperbaiki sepatu ataupun sandal ,bahkan sering memberinya minuman hangat ketika dirinya memperbaiki sepatu depan rumah mereka pada siang hari.

Meskipun zaman semakin modern, jasa tukang sol sepatu keliling tetap dibutuhkan masyarakat , walaupun sudah jarang diminati . Tetapi masih banyak warga merasa memperbaiki sepatu lama lebih hemat dibandingkan membeli sepatu baru dengan harga mahal . Bagi Pak Usman pekerjaan sederhana tersebut menghadirkan kebanggaan karena mampu membantu masyarakat menjaga barang kesayangan tetap digunakan dalam waktu lama.

“Alhamdulilah …akhirnya bisa dipake lagi sendalnya ,habis masih bagus sayang dibuang”,kata salah satu pelanggannya.

Dengan langkah perlahan, Pak Usman tukang sol sepatu keliling tersebut terus bertahan menghadapi perubahan kehidupan masyarakat perkotaan modern saat ini. Sambil terus berteriak ‘Sol sepatu….sol sepatu…”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....